PANDUAN LAYANAN AKADEMIK

bAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Permasalahan utama pendidikan adalah disparitas mutu pendidikan khususnya yang berkaitan dengan (1) ketersediaan pendidik dan tenaga kependidikan yang belum memadai baik secara kuantitas dan kualitas, maupun kesejahteraannya,  (2) prasarana sarana belajar yang belum tersedia, dan bilapun tersedia belum didayagunakan secara optimal, (3) pendanaan pendidikan yang belum memadai untuk menunjang mutu pembelajaran, (4) proses pembelajaran yang belum efisien dan efektif; dan penyebaran sekolah yang belum merata, ditandai dengan belum meratanya partisipasi pendidikan antara kelompok masyarakat,  seperti masih terdapatnya kesenjangan antara penduduk kaya dan miskin, kota dan desa, laki-laki dan perempuan, antarwilayah.

Dua permasalahan tersebut di atas menjadi bertambah parah karena tidak didukung dengan komponen-komponen utama pendidikan seperti kurikulum, sumberdaya manusia pendidikan yang berkualitas, sarana dan prasarana, serta  pembiayaan.

Belajar dari kondisi tersebut, solusi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah menerbitkan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang tercermin dalam rumusan Visi dan Misi pendidikan nasional.

Visi pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sedangkan misinya adalah: (1) mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (2) meningkatkan mutu pendidikan yang memiliki daya saing di tingkat nasional, regional, dan internasional; (3) meningkatkan relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat dan tantangan global; (4) membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar;                 (5) meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (6) meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar yang bersifat nasional dan global; dan (7) mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk mewujudkan Visi dan menjalankan Misi pendidikan nasional tersebut, diperlukan suatu acuan dasar (benchmark) oleh setiap penyelenggara dan satuan pendidikan, yang antara lain meliputi kriteria dan kriteria minimal berbagai aspek yang terkait dengan penyelenggaraan pendidikan.

Acuan dasar tersebut di atas merupakan standar nasional pendidikan yang dimaksudkan untuk memacu pengelola, penyelenggara, dan satuan pendidikan agar dapat meningkatkan kinerjanya dalam memberikan layanan pendidikan yang bermutu. Standar nasional pendidikan sebagai penjabaran Visi dan Misi pendidikan nasional tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Pada dasarnya Standar Nasional Pendidikan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Standar Nasional Pendidikan memuat kriteria minimal tentang komponen pendidikan yang memungkinkan setiap jenjang dan jalur pendidikan untuk mengembangkan pendidikan secara optimal sesuai dengan karakteristik dan kekhasan programnya. Lingkup Standar Nasional Pendidikan meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Selain itu, standar nasional pendidikan juga dimaksudkan sebagai perangkat untuk mendorong terwujudnya transparansi dan akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan sistem pendidikan nasional.

Salah satu implikasi dari Peraturan Pemerintah tersebut adalah Pemerintah berkepentingan untuk melakukan pemetaan sekolah/madrasah dengan melakukan pengkategorian sekolah khususnya di SMA berdasarkan tingkat terpenuhinya Standar Nasional Pendidikan. Pengkategorian sekolah/madrasah dilakukan dalam kategori standar, mandiri dan bertaraf internasional, keunggulan lokal.

Menindaklanjuti kebijakan pengkategorian sekolah/madrasah tersebut, strategi yang dilakukan oleh Direktorat Pembinaan SMA pada tahun anggaran 2008 adalah melakukan rintisan penyelenggaraan SMA Standar Nasional / Sekolah Kategori Mandiri.

Direktorat Pembinaan SMA bagian intergral dari Ditjen. Manajemen Dikdasmen, dituntut berperan aktif dalam merealisasikan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu sebagai langkah awal menerapkan kebijakan standar nasional pendidikan sambil menunggu pedoman/peraturan yang keluarkan oleh BSNP, strategi yang dilakukan Direktorat Pembinaan SMA adalah mengembangkan konsep Sekolah Kategori Standar, Sekolah standar nasionaldan Satuan Kredit Semester untuk SMA. Sedangkan untuk penerapannya akan merinitis Sekolah standar nasionaldi sejumlah SMA di 32 provinsi.

Program rintisan tersebut pada dasarnya adalah program terpadu yang mengkaitkan antara kebijakan (BSNP), pelaksana kebijakan (sekolah sasaran rintisan), pendampingan dan pengembangan konsep implementasi (Dit. Pembinaan SMA), dukungan dan pembinaan dari Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dan Supervisi dan Evaluasi (Dit. Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota).

Keterpaduan tersebut merupakan implementasi dari penjelasan PP Nomor 19 Tahun 2005 yang menyebutkan bahwa berbagai upaya ditempuh agar alokasi sumberdaya Pemerintah dan Pemerintah Daerah diprioritaskan untuk membantu sekolah/madrasah yang masih dalam kategori standar untuk bisa meningkatkan diri menuju kategori mandiri. Disamping itu, Pemerintah dan Pemerintah Daerah mendorong dan membantu satuan pendidikan formal dalam melakukan penjaminan mutu (quality assurance) agar memenuhi atau melampaui Standar Nasional Pendidikan, sehingga dapat dikategorikan ke dalam kategori mandiri. Untuk keperluan tersebut di atas, maka dibuat Panduan Pelaksanaan Layanan Akademik di SMA Negeri -2 Muara Teweh.

B.     Tujuan

Panduan Pelaksanaan Layanan Akademik di SMA Negeri-2 Muara Teweh disusun dengan tujuan sebagai berikut :

1.      Memberikan pemahaman/persepsi yang sama tentang Sekolah Standar Nasional beserta Panduan Pelaksanaan Layanan Akademiknya

2.      Sebagai panduan penyelenggaraan Rintisan Sekolah standar nasional di SMA Negeri – 2 Muara Teweh.

3.      Sebagai panduan bagi para pembina, fasilitator, dan Pengawas dalam melakukan Supervisi dan Evaluasi, serta pembinaan dan pengendalian SSN di SMA Negeri – 2 Muara Teweh

C.     Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan dari program implementasi sekolah standar nasional di SMA Negeri – 2 Muara Teweh adalah sebagai berikut :

1.      Adanya kesamaan pemahaman/persepsi yang sama tentang sekolah standar nasional.

2.      Adanya panduan penyelenggaraan Rintisan Sekolah standar nasional di SMA Negeri – 2 Muara Teweh.

3.      Adanya panduan bagi para pembina, fasilitator, dan Pengawas dalam melakukan Supervisi dan Evaluasi, serta pembinaan dan pengendalian SSN di SMA Negeri – 2 Muara Teweh


BAB II

PEMENUHAN STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

DI SMA NEGERI – 2 MUARA TEWEH

Sesuai dengan UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dan PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan berikut ini adalah profil SMA Negeri-2 Muara Teweh sebagai Rintisan Sekolah Standar Nasional (SSN) yaitu sebagai berikut :

  1. 1. Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah memiliki dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang memuat komponen yang dipersyaratkan dan telah disahkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah.

Penyusunan KTSP dilakukan secara mandiri oeh masing-masing guru dalam MGMP oleh sekolah berdasarkan 7 (tujuh) prinsip pengembangan kurikulum dan acuan operasional penyusunan KTSP. Peserta didik mencapai kompetensi sesuai standar isi dan SKL dengan mengacu pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Per Mata Pelajaran 75. Secara bertahap akan diberlakukan minimal KKM 65 pada tahun pelajaran 2008/2009, minimal KKM 70 pada tahun 2009/2010, serta minimal KKM 75 pada tahun 2010/2011.

  1. 2. Standar Proses

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah mempunyai perencanaan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran sesusai dengan rencana, melakukan penilaian dengan berbagai cara, melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap seluruh proses pendidikan yang terjadi di sekolah untuk mendukung pencapaian standar kompetensi lulusan. Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada tujuh prinsip pelaksanaan kurikulum. Sekolah telah mengacu pada penerapan sistem Satuan Kredit Semester (SKS), untuk sementara masih memakai sistem Paket.

  1. 3. Standar Pengelolaan

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akuntabilitas. Untuk mendukung penerapan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), maka SMA Negeri-2 Muara Teweh telah mengembangkan berbagai aturan untuk menjamin ketertiban sekolah dalam melaksanakan program-programnya.

  1. 4. Standar Sarana dan Prasarana

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah memiliki seluruh kebutuhan sarana dan prasarana, mendayagunakan dan memanfaatkannya secara optimal didukung sistem perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

  1. 5. Standar Ketenagaan

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah memiliki tenaga guru dan tenaga kependidikan yang memenuhi kualifikasi jabatan/profesi yang diemban dan dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional.

  1. 6. Standar Pembiayaan

SMA Negeri-2 Muara Teweh telah membiayai hampir seluruh kegiatan pendidikan di sekolah dengan memanfaatkan berbagai sumber pembiayaan, yang dapat digali oleh sekolah.

  1. 7. Standar Penilaian

Hasil belajar siswa di SMA Negeri-2 Muara Teweh diperoleh melalui kegiatan penilaian yang dilakukan oleh pendidik, satuan pendidikan, dan pemerintah. Penilaian hasil belajar aspek kognitif pada kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan  dan teknologi, dilakukan melalui ujian nasional.

Penilaian hasil belajar aspek kognitif dan/atau psikomotor pada kelompok mata pelajaran Agama dan Akhlak Mulia, kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian, kelompok mata pelajaran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tidak diujikan pada ujian nasional, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok  mata pelajaran jasmani,olah raga dan kesehtaan   dilakukan oleh satuan pendidikan melalui ujian sekolah.

Penilaian hasil belajar aspek afektif pada kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran  pendidikan  kewarganegaraan, kelompok mata pelajaran jasmani olahraga, dan kesehatan dilakukan melalui pengamatan oleh pendidik yang nilai akhir ditentukan melalui sidang dewan pendidik.

Untuk mengetahui pencapaian belajar siswa pada ujian nasional dan ujian sekolah beserta persiapan yang dilakukan sisiwa, guru dan sekolah dalam menghadapai ujian dilakukan pemantauan berupa Tryout persiapan UN

  1. 8. Target

Target pencapaian program rintisan sekolah formal kategori mandiri di SMA Negeri – 2 Muara Teweh  yaitu pada tahun 2009 telah mencapai kategori mandiri dan dapat dijadikan SMA model dengan strategi pembabakan sebagai berikut:

a.      Tahun 2008/2009 : Pembinaan SMA Negeri-2 Muara Teweh untuk dijadikan SMA model kategori mandiri I dan siap melaksanakan SKS dengan KKM 75 (Tahap 1 =  KKM 65 Tahun 2008/2009).

b.      Tahun 2009/2010 : SMA Negeri – 2 Muara Teweh  telah mencapai kategori mandiri I dan mulai merintis melaksanakan sistem SKS dengan KKM 75 ( Tahap 2 = KKM 70 Tahun 2009/2010)

c.      Tahun 2010/2011 : SMA Negeri – 2 Muara Teweh telah melaksanakan kategori mandiri I dan telah melaksanakan sistem SKS dengan KKM 75 (Tahap 3 = berlaku KKM 75 Tahun 2010/2011)

  1. 9. Tindak Lanjut

Pada Tahun Ajaran 2010/2011 diharapkan SMA Negeri – 2 Muara Teweh dengan Supervisi dan Evaluasi dari Dit. Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara dapat berstatus Sekolah standar nasional (SSN) dan dapat menerapan 8 Standar Nasional Pendidikan dan sistem SKS dengan KKM 75.

  1. 10. Sasaran

Sasaran rintisan sekolah formal kategori mandiri tahun anggaran 2008 salah satunya diwakili oleh adalah SMA Negeri – 2 Muara Teweh  yang berada dalam lingkup Kabupaten Barito Utara, dan Provinsi Kalimantan Tengah yang ditetapkan dengan Surat Keputusan (SK) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah, Nomor : 125/235/2008 tanggal 25 Juli 2008

  1. 11. Pelaksana

Pelaksana program rintisan sekolah formal kategori mandiri tahun anggaran 2008 adalah Dit. Pembinaan SMA bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara.

BAB III

PROFIL SEKOLAH DAN PROGRAM LAYANAN AKADEMIK

SMA NEGERI – 2 MUARA TEWEH

  1. A. Visi dan Misi
    1. 1. Visi Sekolah

Visi SMA Negeri 2 Muara Teweh adalah Membentuk SDM yang berprestasi, beriman, bertaqwa dan berwawasan lingkungan.

Indikator :

  • Unggul dalam kegiatan keagamaan
  • Unggul dalam perolehan NUN
  • Unggul dalam bidang olah raga
  • Unggul dalam bidang seni
  • Unggul dalam SNMPTN
  • Unggul dalam olimpiade sains dan komputer
  1. 2. Misi Sekolah:
  • Melaksanakan pembelajaran dan pembimbingan secara efektif sehingga setiap peserta didik dapat berkembang secara optimal
  • Menambah sarana prasarana sekolah secara optimal
  • Melaksanakan kegiatan pengembangan diri secara optimal dalam rangka menggali potensi siswa
  • Melaksanakan bimbingan, diskusi dan pelatihan untuk meningkatkan pemahan, pengetahuan dan pengamalan dibidang keagamaan secara terus menerus.
  • Memberikan pelayanan yang terbaik bagi peserta didik
  • Memberdayakan yang optimal dalam proses pembelajaran
  • Menciptakan kerjasama dengan berbagai pihak yang terkait
  • Memberdayakan peranan tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan dan non kependidikan secara profesional
  • Mengusahakan sarana dan prasarana yang memadai guna meningkatkan mutu pendidikan
  • Memberikan pembinaan terhadap norma-norma etika, sosial maupun keagamaan

SMA Negeri 2 Muara Teweh bercita-cita untuk menjadi sebuah lembaga pendidikan yang bermutu tinggi serta profesional untuk membantu peserta didik mencapai tujuannya dalam rangka meraih cita-citanya.

Untuk mencapai cita-cita tersebut, SMA Negeri 2 Muara Teweh selalu meningkatkan mutunya dengan cara :

  1. Mendorong sumber daya manusia di lingkungan SMA Negeri 2 Muara Teweh agar selalu memiliki kesadaran dan tanggung jawab.
  2. Meningkatkan kompetensi guru dan karyawan secara terus menerus dalam menangani penjaminan mutu    pendidikan secara profesional, bersahabat, dan berwibawa.
  3. Mendorong, menciptakan, mengembangkan dan memelihara secara terus menerus sistem penjaminan mutu pendidikan yang baik di lingkungan SMA Negeri 2 Muara Teweh.
  4. Menjamin mutu pelaksanaan pendidikan dalam rangka menghasilkan lulusan yang profesional,   bertanggung jawab, mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional serta mampu  mengembangkan diri.
  5. Meningkatkan sistem manajemen sekolah secara terus menerus dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
  6. B. Pengelolaan Kurikulum

Kurikulum SMAN-2 Muara Teweh memuat kelompok mata pelajaran sebagai berikut :

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga dan kesehatan

Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut di implementasikan dalam kegiatan pelajaran pada setiap mata pelajaran secara menyeluruh. Dengan demikian, cakupan dari amsing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui mata pelajaran yang relevan. Adapun cakupan mata pelajaran tersebut di atas adalah sebagai berikut :

No. KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN
1. Agama dan Akhlak Mulia Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama
No. KELOMPOK MATA PELAJARAN CAKUPAN
2. Kewarganegaraan dan Kepribadian Kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan dan Kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan peserta didik akan status, hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, serta penaingkatan kualitas dirinya sebagai manusia

Kesadaran dan wawasan termasuk wawasa kebangsaan, jiwa dan patriotisme, bela negara, penghargaan terhadap hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggungjawab sosial, ketaatan hukum, ketaatan membayar pajak dan sikap serta prilaku anti korupsi, kolusi dan nepotisme

3. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi pada SMAN-2 Muara Teweh dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjutan Ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan cara berpikir ilmiah yang kritis, kreatif dan mandiri.
4. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, yaitu kemampuan mengekspresikan dan mengapresiasikan keindahan dan harmonisasi. Mencakup apresiasi dan ekspresi baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan kemasyarakatan sehingga mempu menciptakan kebersamaan yang harmonis.
5. Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan Kelompok mata pelajaran Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan pada SMAN-2 Muara Teweh dimaksudkan utnuk meningkatkan potensi fisik, serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerjasama dan hidup sehat.

Budaya hidup sehat termasuk kesadaran sikap dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbebasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba dan HIV/AIDS, demamberdarah dan cikungunya, muntaber dan penyakit lainnya yang potensial untuk mewabah.

Penyususnan Strukur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan (SKL) yang ditetapkan oleh BSNP.

Dengan memperhatikan keterbatasan sarana dan prasarana sekolah serta minat peserta didik, maka pengelolaan kelas diatur sebagai berikut :

1)             Menerapkan sistem paket sesuai minat dan kemampuan akademik peserta didik.

2)             Jumlah rombongan belajar pada kelas X ada 3 (tiga)

3)             Jumlah Rombongan Belajar pada kelas XI IPA ada 1 (satu)

4)             Jumlah Rombongan Belajar pada kelas XI IPS ada 3 (tiga)

5)             Jumlah Rombongan Belajar pada kelas XII IPA ada 1 (satu)

6)             Jumlah Rombongan Belajar pada kelas XII IPS ada 3 (tiga)

Struktur kurikulum kelas X terdiri atas : 16 mata pelajaran, ditambah dengan muatan lokal berupa budidaya pertanian dan wawasan lingkungan) serta program pengembangan diri. Alokasi satu jam pembelajaran (tatap muka) adalah 45 menit dengan jumlah JP sesuai struktur kurikulum.

Struktur kurikulum kelas XI terdiri atas : dua jurusan yaitu Ilmu Pengetahuan Alam (IPS) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang masing-masing berisi 13 mata pelajaran, ditambah dengan muatan lokal berupa budidaya pertanian dan wawasan lingkungan) serta program pengembangan diri. Alokasi satu jam pembelajaran (tatap muka) adalah 45 menit dengan jumlah JP sesuai struktur kurikulum.

STRUKTUR KURIKULUM KELAS X

Komponen Alokasi Waktu
Semester 1 Semester 2
A. Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 2 2
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4
4 Bahasa Inggris 4 4
5 Matematika 4 4
6 Fisika 2 2
7 Biologi 2 2
8 Kimia 2 2
9 Sejarah 1 1
10 Geografi 1 1
11 Ekonomi 2 2
12 Sosiologi 2 2
13 Seni Budaya 2 2
14 Pendidikan Jasmani, Olag Raga, dan Kesehatan 2 2
15 Tekhnologi Informasi dan Komunikasi 2 2
16 Keterampilan Bahasa Asing 2 2
B Muatan Lokal (Mulok & Wsn.Lingk.) 2 2
C Pengembangan Diri 2*) 2*)
Jumlah 38 38

STRUKTUR KURIKULUM KELAS XI dan XII IPA

Komponen Alokasi Waktu Alokasi Waktu
KELAS XI KELAS XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 2 2 2 2
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4 Bahasa Inggris 4 4 4 4
5 Matematika 6 6 6 6
6 Fisika 4 4 4 4
7 Kimia 4 4 4 4
8 Biologi 4 4 4 4
9 Sejarah 1 1 1 1
10 Seni Budaya 2 2 2 2
11 Pendidikan Jasmani, Olag Raga, dan Kesehatan 2 2 2 2
12 Tekhnologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13 Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2
B Muatan Lokal (Mulok & Wsn.Lingk.) 2 2 2 2
C Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39

STRUKTUR KURIKULUM KELAS XI dan XII IPS

Komponen Alokasi Waktu Alokasi Waktu
KELAS XI KELAS XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
A. Mata Pelajaran
1 Pendidikan Agama 2 2 2 2
2 Pendidikan Kewarganegaraan 2 2 2 2
3 Bahasa Indonesia 4 4 4 4
4 Bahasa Inggris 4 4 4 4
5 Matematika 4 4 4 4
6 Sejarah 3 3 3 3
7 Geografi 3 3 3 3
8 Ekonomi 4 4 4 4
Komponen Alokasi Waktu Alokasi Waktu
KELAS XI KELAS XII
Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2
9 Sosiologi 3 3 3 3
10 Seni Budaya 2 2 2 2
11 Pendidikan Jasmani, Olag Raga, dan Kesehatan 2 2 2 2
12 Tekhnologi Informasi dan Komunikasi 2 2 2 2
13 Keterampilan Bahasa Asing 2 2 2 2
B Muatan Lokal (Mulok & Wsn.Lingk.) 2 2 2 2
C Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*) 2*)
Jumlah 39 39 39 39

Muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan SMA Negeri – 2 Muara Teweh meliputi sejumlah mata pelajaran yang keleluasaan dan kedalamannya telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP.

Metode pembelajaran diarahkan berpusat pada peserta didik dengan menerapkan Mastery Learning (Pembelajaran Tuntas). Guru sebagai fasilitator mendorong peserta didik agar mampu belajar secara aktif, baik fisik maupun mental. Selain itu dalam pencapaian kompetensi pada masing-masing mata pelajaran diberikan secara kontekstual dengan memperhatikan perkembangan kekinian dari berbagai aspek kehidupan.

Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan di SMAN-2 Muara Teweh merupakan bagian yang terintegrasi dengan mata pelajaran muatan lokal dan wawasan lingkungan, yang diharapkan dapat menhasilkan peserta didik yang terampil dalam mata pelajaran berbasis kearifan lokal (pertanian dan perkebunan)

Beban belajar peserta didik yang dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum dengan perbandingan kegiatan terstruktur : kegiatan tidak terstruktur dan kegiatan mandiri adalah 35% : 35% : 30% dari JP per minggu dengan perincian sebgai berikut :

Kelas JP JP / Minggu Minggu Efektif per T.A Alokasi Waktu per tahun Jam / tahun
X s.d XII 45’ 39 34 1.326 JP (59.679’) 994,5 Jam
  1. C. Ketuntasan Belajar
1)    KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL PER MATA PELAJARAN
Batas Nilai TUNTAS untuk APEKTIF (Sikap), KOGNITIF (Pengetahuan dan Pemahaman Konsep) & PSIKOMOTOR ( Gerak dan Kemampuan ) pada SMAN-2 Muara Teweh,  sebagai berikut :
NO MATA PELAJARAN KELAS X KELAS XI KELAS XII
IPA IPS IPA IPS
1 Pendidikan Agama 65 70 70 70 70
2 Kewarganegaraan 65 70 70 70 70
3 Bahasa Indonesia 65 65 65 65 65
4 Sejarah 65 70 75 70 75
5 Bahasa Inggris 60 60 60 60 60
6 Penjaskes 75 75 75 75 75
7 Matematika 60 60 60 60 60
8 Fisika 60 60 60
9 Biologi 60 60 60
10 Kimia 60 60 60
11 Ekonomi 65 65 65
12 Sosiologi 65 70 70
13 Geografi 65 65 67
14 Pendidikan Seni 65 75 75 75 75
15 T I K 65 65 65 70 70
19 Muatan Lokal 70 70 70 70 70
20 Ketrampilan B.Inggris 60 65 65 65 65

2)  Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik

Berdasarkan Program Kerja SMAN-1 Muara Teweh TP. 2009/2010 dan memperhatikan kemampuan peserta didik dari hasil pembelajaran, maka sekolah menetapkan ketuntasan belajar pada masing – masing mata pelajaran sebagai berikut :

Target Ketuntasan Belajar Peserta Didik

MATA PELAJARAN

2005 / 2006 2006 / 2007 2007 / 2008 2008 / 2009 2009 / 2010
1.    Pend. Agama 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
2.    Kewarganegaraan 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
3.    Bahasa Indonesia 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
4.    Bahasa Inggris 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %

MATA PELAJARAN

2005 / 2006 2006 / 2007 2007 / 2008 2008 / 2009 2009 / 2010
5.    Matematika 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
6.    Fisika 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
7.    Biologi

8.    Kimia

90 %

90 %

90 %

90 %

95 %

95 %

95 %

95 %

100 %

100 %

9.    Sejarah

10.  Geografi

11.  Ekonomi

12.  Sosiologi

90 %

90 %

90 %

90 %

90 %

90 %

90 %

90 %

95 %

95 %

95 %

95 %

95 %

95 %

95 %

95 %

100 %

100 %

100 %

100 %

13.  Seni Budaya 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
14. Penjaskes 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
15. TIK 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
16. Ketr.Bhs. Inggris 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %
17. Muata Lokal 90 % 90 % 95 % 95 % 100 %

Sekolah menargetkan agar angka ketuntasan belajar tersebut semakin meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu setiap warga sekolah diharapkan untuk lebih bekerja keras lagi agar mutu pendidikan sekolah dapat meningkat dari tahun ke tahun.

  1. D. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

Kenaikan kelas dan kelulusan diatur oleh sekolah dengan mengacu kepada ketentuan – ketentuan yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan.

1)      Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran atau pada akhir semester 2.

2)      Ketentuan kenaikan kelas didasarkan pada hasil penilaian yang dilakukan pada semester 2.

3)      Peserta didik dinyatakan Naik Kelas XI, apabila yang bersangkutan memiliki :

  • mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal                        ( SKBM ) maksimal 3 mata pelajaran.
  • Kehadiran minimal 90 %.

4)   Peserta didik dinyatakan Naik Ke Kelas XII, apabila yang bersangkutan memiliki :

  • mata pelajaran yang tidak mencapai ketuntasan belajar minimal                    ( SKBM ) maksimal 3 mata pelajaran.
  • Untuk jurusan Ilmu Alam, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Alam ( matematika, fisika, kimia, biologi ) mencapai ketuntasan belajar minimal ( SKBM ).
  • Untuk jurusan Ilmu Sosial, semua mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Sosial ( ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi ) mencapai ketuntasan belajar minimal ( SKBM ).
  • Kehadiran minimal 90 %.

5)   Peserta didik dinyatakan Lulus Sekolah, apabila yang bersangkutan memenuhi ketentuan yang ditentukan sebagai berikut :

  • memiliki raport kelas X, XI dan XII.
  • mengikuti ujuan praktik dan teori.
  • memiliki nilai minimal 4,26 untuk setiap mata pelajaran.

nilai rata – rata Ujian Nasional minimal 4,51.

  1. E. Penjurusan

1)   Sesuai kesepakatan sekolah dengan Komite Sekolah serta dengan memperhatikan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah maka sekolah menetapkan hanya ada 3 ( tiga ) jurusan yang diprogramkan yaitu Program Ilmu Alam, Ilmu Sosial dan Bahasa.

2)   Waktu penjurusan

a)   Penentuan penjurusan program studi Ilmu Alam, Ilmu Soaial dan Bahasa dilakukan akhir semester 2 kelas X.

b)   Pelaksanaan penjurusan di semester 1 kelas XI.

3)   Kriteria penjurusan :

a)   Peserta didik yang bersangkutan naik ke kelas XI.

b)   Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Alam apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Alam dan nilai mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Alam (matematika, fisika, kimia dan biologi) mencapai kategori tuntas.

c)   Peserta didik dinyatakan masuk jurusan Ilmu Sosial apabila yang bersangkutan berminat ke jurusan Ilmu Sosial dan nilai mata pelajaran yang menjadi ciri khas jurusan Ilmu Soaial ( ekonomi, geografi, sejarah dan sosiologi ) mencapai kategori tuntas.

  1. F. Pendidikan Kecakapan Hidup

Berdasarkan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan yang ada maka ada beberapa mata pelajaran yang kompetensi dengan pendidikan kecakapan hidup yang bisa diintegrasikan ke dalam mata pelajaran, contohnya yaitu pendidikan ketrampilan pertanian, pendidikan komputer dan pendidikan muatan lokal tentang Tata Boga.

  1. G. Pengelolaan Kesiswaan

Pengelolaan kesiswaan diarahkan untuk membentuk siswa yang berkarakter baik, disiplin dan terarah. Kegiatan kesiswaan di motori oleh Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) yang membidangi banyak kegiatan-kegiatan kesiswaan. Secara umum kegiatan kesiswaan meliputi kegiatan-kegiatan pengembangan diri berupa :

  1. Bimbingan konseling, yang mencakup hal-hal yang berkenaan dengan pribadi, kemasyarakatan, belajr dan karier peserta didik
  2. Kelompok ekstrakurikuler, yaitu Pramuka, Pasuskibra, PMR, Olimpiade Sains dan Komputer, olahraga (Basket, Volly, Tenis Meja, Atletik), seni suara (SMADA BAND), Smada Dancer, dll.
  3. Program pembiasaan menyangkut kegiatan yang bersifat pembinaan karakter yang dilakukan secara rutin, spontan dan teladan.
  4. H. Tata Tertib Sekolah

BAB I

PENDAHULUAN

Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas), pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Sekolah sebagai tempat terselenggaranya pendidikan memerlukan sarana dalam bentuk tata tertib yang disusun berdasarkan pedoman yang wajib dilaksanakan seluruh siswa secara konsekuen dengan penuh kesadaran. Tata tertib ini selanjutnya disebut Tata Tertib Siswa SMA Negeri 2 Muara Teweh.

BAB II

DASAR PENYUSUNAN TATA TERTIB

  1. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
    1. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan
    2. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah
    3. Keputusan Rapat Kerja (Raker) guru, karyawan serta komite SMA Negeri 2 Muara Teweh tanggal 4 – 6 Januari 2010
    4. Keputusan rapat dewan pembina OSIS dengan pengurus OSIS dan perwakilan kelas SMA Negeri 2 Muara Teweh tanggal 16 Januari 2010

BAB III

AZAS UMUM

  1. Sebagai warga negara yang baik dan siswa yang bertanggungjawab, patuh pada peraturan dan tata tertib sekolah, hormat pada orang tua, guru, karyawan, santun dalam bertutur kata serta etik dalam pergaulan.
    1. Memiliki rasa solidaritas, loyalitas dan integritas terhadap SMA Negeri 2 Muara Teweh.
    2. Selalu menjaga nama baik keluarga dan SMA Negeri 2 Muara Teweh
    3. Mengerjakan dan melaksanakan semua tugas kewajiban sebagai siswa SMA Negeri 2 Muara Teweh dengan penuh tanggung jawab.
    4. Memelihara keamanan, ketertiban, dan kebersihan lingkungan sekolah.

BAB IV

KEHADIRAN DAN MENINGGALKAN SEKOLAH

Pasal 1

Kehadiran Siswa di Sekolah

  1. Diharapkan 10 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai siswa sudah hadir di sekolah. :
  2. Bel tanda masuk jam pelajaran pertama pukul 07:00 WIB.
  3. Pintu gerbang sekolah dikunci pukul 07:30 WIB.
  4. Siswa yang terlambat/sampai di sekolah lewat dari pukul 07:30 WIB, tidak diizinkan masuk, setelah dicatat dipulangkan oleh petugas/satpam/security.
  5. Siswa terlambat lebih dari 3 kali dalam waktu 1 minggu maka orang tua/wali siswa yang bersangkutan dipanggil ke sekolah.
    1. Siswa wajib mengikuti semua pelajaran yang diberikan oleh guru di sekolah, kecuali pelajaran agama diikuti sesuai dengan agama masing-masing.
    2. Siswa wajib mengikuti upacara bendera rutin senin pagi maupun upacara peringatan hari-hari besar nasional yang dilaksanakan di sekolah.
    3. Siswa yang berhalangan hadir karena sakit atau hal lain, harus membawa surat keterangan atau pemberitahuan dari orang tua/wali selambat-lambatnya tiga hari setelah siswa yang bersangkutan absen/tidak hadir.
    4. Kehadiran siswa dalam mengikuti KBM/tatap muka bidang studi dengan guru yang mengajar minimal 90% untuk setiap pelaksanaan ujian blok.
    5. Apabila guru berhalangan atau belum hadir, siswa wajib tenang di ruang kelas selanjutnya ketua kelas dan petugas piket kelas segera melapor ke guru piket untuk mendapatkan tugas mata pelajaran yang sama dari guru sejenis.

Pasal 2

Siswa Meninggalkan Kelas/Sekolah pada Saat KBM

  1. Siswa yang ingin ke kamar kecil/koperasi/UKS pada saat KBM berlangsung harus membawa kartu kendali dari guru yang mengajar di kelas.
    1. Siswa yang akan meninggalkan kelas/sekolah pada waktu KBM berlangsung wajib meminta izin kepada guru kelas yang mengajar dan melapor ke guru piket.
    2. Siswa yang meninggalkan sekolah karena urusan keluarga, wajib menunjukkan surat keterangan dari orang tua/wali kepada guru piket.
    3. Siswa yang dikeluarkan dari kelas oleh guru bidang studi pada saat KBM karena mengganggu konsentrasi siswa lain atau terlambat masuk kelas setelah istirahat, diwajibkan menyelesaikan tugas dari guru bersangkutan di ruang perpustakaan sampai dengan jam pelajaran guru tersebut berakhir.

BAB V

ABSENSI

Pasal 1

Ketidakhadiran

  1. Jika siswa tidak hadir di sekolah lebih dari 2 hari berturut-turut karena sakit maka harus membawa surat keterangan dokter, dan bagi siswa karena suatu keperluan lain harus membawa surat keterangan orang tua/wali.
    1. Jika dalam 1 minggu siswa tidak hadir lebih dari 3 hari maka orang tua/wali siswa diundang ke sekolah untuk hadir bertemu dengan wali kelas/BK.
    2. Jika siswa tidak bisa menunjukkan surat keterangan dokter atau surat keterangan orang tua/wali siswa atau tidak menghadirkan orang tua/wali siswa dianggap absen/alpa.
    3. Siswa yang tidak hadir karena sakit lebih dari 3 bulan, dianggap cuti dan harus mengulang di kelas yang sama pada tahun berikutnya
    4. Jika siswa belajar keluar negeri/mengikuti pertukaran pelajar yang lamanya 3 bulan hingga 1 tahun harus mengambil cuti dari sekolah. Setelah kembali harus mengulang di kelas yang sama.
    5. Siswa yang tidak hadir di sekolah selama 14 (empat belas) hari secara berturut-turut tanpa pemberitahuan yang jelas kepada sekolah, dianggap mengundurkan diri.

Pasal 2

Ujian Blok dan Remedial

  1. Siswa yang tidak hadir lebih dari 10% dalam satu bidang studi harus mengikuti ujian blok, di ruang khusus.
    1. Siswa yang tidak hadir pada saat ujian blok tanpa keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan tidak diperkenankan mengikuti ujian blok susulan, dan diberi nilai nol.
    2. Batas waktu untuk siswa yang akan mengikuti tes blok susulan adalah 6 hari setelah tes blok berakhir, dan jika sampai batas waktu yang ditentukan siswa bersangkutan tidak hadir maka diberi nilai nol.
    3. Siswa yang belum mengikuti ujian blok/ulangan karena sakit atau lainnya wajib memberitahukan kepada guru yang bersangkutan dengan menunjukkan surat keterangan dari dokter/orang tua, selanjutnya dapat meminta ulangan/ujian susulan.

BAB VI

6 K (KEAMANAN, KEBERSIHAN, KETERTIBAN, KERINDANGAN,

KEINDAHAN DAN KEKELUARGAAN

Pasal 1

Keamanan

  1. Setiap kelas membentuk organisasi kelas yang terdir dari ketua, wakil ketua, bendahara, sekretaris, dan beberapa seksi-seksi.
    1. Selama PBM berlangsung siswa hanya diperbolehkan keluar perkarangan apabila mendapat izin dari guru bidang studi
    2. Apabila terjadi permasalahan di dalam kelas , ketua beserta perangkat kelas secepatnya menyelesaikannya dan seandainya tidak mampu segera melapor secara bertingkat kepada guru piket/ walas/BK/Tim K6/ Wakil Kepasek
    3. Siswa dilarang membawa teman ke lokasi sekolah selama kegiatan berhubungan dengan sekolah
    4. Siswa hanya dizinkan menerima tamu setelah mendapat izin dari guru piket selama PBM
    5. Siswa dilarang keras membawa senjata tajam ataupun memakai benda – benda yang berfungsi sebagai senjata.

Pasal 2

Kebersihan

  1. Setiap kelas bertanggungjawab terhadap kebersihan lokal dan pekarangannya
    1. Piket kelas harus sudah membersihkan lokal sebelum jam pelajaran pertama dimulai.
    2. Siswa dilarang membawa makanan yang menimbulkan sampah ke dalam lokal
    3. Kebersihan kelas sehari – hari merupakan tanggungjawab piket kelas
    4. Setiap kegiatan gotong royong sekolah seluruh siswa harus mengikutinya secara baik

Pasal 3

Ketertiban

  1. Siswa tidak dibenarkan masuk kelas apabila terlambat 10 menit dan hanya dizinkan masuk setelah mendapat izin dari guru piket
    1. Jam pelajaran untuk hari Senin sampai Kamis dan hari Sabtu dimulai jam 07.00 s.d 13.00 WIB, dan hari Jumat mulai jam 07.00 s.d 10.30 WIB
    2. Sebelum pelajaran di mulai siswa diwajibkan terlebih dahulu berdoa menurt agama dan kepercayaannnya masiang-masing 5 menit pertama, dipimpin oleh ketua atau pengurus kelas.
    3. Apabila siswa terlambat 3 kali, maka siswa tersebut dikonfirmasikan kepada Wali kelas.
    4. Siswa setiap hari senin, selasa, dan rabu diharuskan memakai dasi, hari Kamis memakai batik SMAN-2 Muara Teweh dan pada hari Sabtu memakai pakaian Pramuka lengkap.
    5. Setiap siswa harus memakai pakaian olah raga SMAN-2 Muara Teweh dan tidak dibenarkan memakai baju kaos pengganti pakaian olah raga serta bagi wanita memakai rok dalam dan bagai yang memakai jilbab maka warna yang diperkenankan hanyalah yang berwarna PUTIH.
    6. Siswa tidak dibenarkan memakai perhiasan kecuali anting bagi siswa wanita
    7. Siswa laki – laki tidak dibenarkan berambut panjang (SKI-2)
    8. Siswa wanita tidak boleh pakai celana panjang

10.  Siwa harus memakai sepatu hitam, kaos kaki putih, selain topi pet sekolah tidak dibenarkan.

11.  Siswa harus memakai tas ke sekolah

12.  Siswa dilarang keras merokok dan menggunakan narkoba serta membawa benda – benda tajam dan sejenisnya.

13.  Siswa dilarang keras membawa benda – benda berbau pornografi

14.  Siswa tdak dibenarkan jajan selama PBM berlangsung

15.  Siswa dilarang keluar pekarangan sekolah sewaktu istirahat kecuali izin piket

16.  Siswa wajib mematuhi Sapta Prasetia OSIS

17.  Selama PBM berlangsung dan pertukaran jam belajar, siswa tidak dibenarkan keluar kelas, kecuali ada izin dari guru/ piket

18.  Siswa tidak dibenarkan keluar tanpa izin ( cabut ) selama jam pelajaran

19.  Siswa yang tidak hadir ke sekolah harus membawa surat izin yang diketahui oleh orangtua/wali

Pasal 4

Kerindangan

  1. Setiap kelas wajib mengelola taman kelas seindah mungkin
    1. Setiap kelas wajib menghias kelasnya dengan tanaman / bunga hidup
    2. Setiap kelas mempunyai kebun sekolah
    3. setiap siswa harus bertanggung jawab terhadap kerindagan sekolah
    4. Melaksanakan gerakan penghijauan di sekolah

Pasal 5

Keindahan

  1. Setiap kelas dihiasi himbauan dalam bentuk gambar dan tulisan yang bermanfaat dan dapat menunjang proses belajar
    1. Tidak dibenarkan memanjang gambar – gambar yang bercorak kekerasan dan pornografi dalam kelas
    2. Siswa tidak dibenarkan mencoret – coret meja, kursi dan dinding kelas
    3. Siswa harus menata dan menjaga peralatan yang ada dalam kelas
    4. Siswa wanita tidak dibenarkan memakai rok yang ketat dan pendek
    5. Pakaian seragam sekolah harus menurut ketentuan yang berlaku

Pasal 6

Kekeluargaan

  1. Ada rasa kekeluargaan yang tinggi atara siswa dengan guru dan personil sekolah tanpa terkecuali
    1. Menjenguk teman – teman yang sakit dan mendapat kemalangan
    2. Menjaga persaudaraan antara sesaman siswa, personil sekolah dalam masyarakat

BAB VII

PAKAIAN DAN TATA RIAS

Pasal 1
Pakaian Seragam Siswa

Siswa wajib mengenakan pakaian seragam dengan ketentuan:

  1. Pakaian yang layak pakai tidak robek atau tambalan dengan bahan warna lain.
  2. Mengenakan pakaian dalam warna putih polos baik putra maupun putri.
  3. Pakaian (kemeja) harus selalu dimasukkan ke dalam celana/rok, kecuali siswi berjilbab.
  4. Pakaian mengikuti aturan bentuk/pola dan ukuran baju tidak junkies, pendek dan ketat.
  5. Menggunakan ikat pinggang warna hitam, sesuai ketentuan.
  6. Memakai sepatu sekolah warna hitam dengan baik dan benar/tidak menginjak bagian belakang sepatu. Sepatu menutupi punggung kaki, bukan sepatu pesta, sepatu balet, sepatu kaca.
  7. Mengenakan kaos kaki putih polos panjang.
  8. Hari Senin-Rabu : Seragam kemeja lengan pendek/baju kurung untuk siswi berjilbab warna putih dengan badge, celana panjang putih/rok putih, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, dasi,  kaos kaki putih polos panjang lengkap dengan topi sekolah dan baju dimasukkan ke dalam celana/rok, kecuali siswi berjilbab
  9. Hari Kamis : Kemeja Batik SMAN-2 Muara Teweh dan untuk siswi berjilabab warna putih, celana/rok abu-abu, ikat pinggang hitam, sepatu hitam/putih, kaos kaki putih polos panjang dan baju tidak dimasukkan ke dalam celana/rok.

10.  Hari Jum’at : Mengenakan Kaos Olah Raga dengan sepatu olah raga berwarna bebas, kaos kaki bebas

11.  Hari Sabtu  : Mengenakan Pakaian Pramuka, ikat pinggang hitam, sepatu hitam, kaos kaki putih polos panjang lengkap.

12.  Tidak mengenakan jaket yang bertuliskan/bergambar provokasi (TEXAS).

Pasal 2
Tata Rias

  1. Siswa harus menjaga penampilan yang wajar dan tidak berlebihan.
    1. Putra             :      potongan rambut pendek rapi/SKI-2 (tidak melebih alis mata, tidak menutup daun telinga, tidak mengenai kerah baju, tidak diwarnai, tidak diberi jelly), tidak mengenakan kalung atau gelang, kuping tidak ditindik, tidak bertato atau sejenisnya.
    2. Putri              :      rambut panjang diikat/dijepit, tidak dipotong pendek (polka), tidak diberi warna, tidak mencukur alis mata, tidak menggunakan make up, tidak bertato, tidak menindik tubuh selain di telinga dan lebih dari sewajarnya, dan tidak mengenakan perhiasan berlebihan

BAB VIII

KEGIATAN PENGEMBANGAN DIRI

  1. Siswa wajib mengikuti salah satu kegiatan pengembangan diri.
  2. Peserta kegiatan Pengembangan Diri adalah siswa kelas X, XI dan XII
  3. Jumlah peserta satu cabang kegiatan Pengembangan Diri 15 – 30 siswa.
  4. Kegiatan Pengembangan Diri diselenggarakan setiap hari Jum’at, pukul 07.30 – 08.20 dan setelah jam belajar selesai sesuai jadwal yang ditentukan.
  5. Waktu kegiatan Pengembangan Diri maksimal 90 menit (2 JP) sebagaimana yang diatur dalam jadwal pada kurikulum untuk satu kali  latihan/pertemuan, kecuali untuk persiapan lomba atau pementasan.
  6. Jadwal kegiatan Pengembangan Diri pada sore hari sesuai jadwal yang disusun dimulai pukul 15:00 WIB sampai dengan pukul 17:00 WIB.

BAB IX

PELANGGARAN LARANGAN DAN NOMOR PELANGGARAN

  1. Mengabaikan Bab IV sampai dengan Bab VII.
    1. Keluar masuk sekolah atau kelas tanpa izin guru/petugas piket.
    2. Berolah raga di luar jam pelajaran olah raga.
    3. Membuang sampah sembarangan.
    4. Bermain musik di luar jam pelajaran seni musik.
    5. Makan dan minum pada saat KBM berlangsung.
    6. Membuat kegaduhan (ulang tahun atau perayaan tertentu, saat KBM berlangsung).
    7. Menerima tamu tanpa seizin sekolah (guru/petugas piket).
    8. Memakai sandal, jaket, sweater, rompi, syal, handuk, kacamata hitam di dalam kelas, kecuali sedang sakit.

10.  Mengaktifkan alat elektronik, HP pada saat KBM, Tes Blok atau Ujian berlangsung.

11.  Memakai jaket yang bertuliskan provokasi (Texas/lainnya) di lingkungan sekolah.

12.  Mengenakan atribut organisasi tertentu selain atribut OSIS.

13.  Merusak, mencoret-coret atau mengurangi fungsi dan keindahan inventaris sekolah.

14.  Mengucapkan kata-kata kotor, kasar dan asusila kepada guru/karyawan/sesama teman.

15.  Memalsukan izin atau tanda tangan guru dan karyawan.

16.  Memanjat pagar sekolah untuk keluar dan masuk sekolah.

17.  Membawa, menyimpan, barang-barang yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan belajar (komik/kaset/majalah/VCD/CD/DVD/tape/radio, kartu permainan gaple, domino, remi, catur dll.

18.  Berpacaran atau berdua-duaan dengan lawan jenis dalam ruangan di sekolah.

19.  Mengikuti atau mengadakan kegiatan diluar sekolah dengan membawa nama sekolah, tanpa seizin pihak sekolah.

20.  Merokok di lingkungan sekolah/radius 200 meter dari sekolah.

21.  Melibatkan pihak luar sekolah dalam menyelesaikan masalah pribadi di sekolah

22.  Membawa, menyimpan, mengedarkan, minuman keras, obat terlarang, senjata tajam dan senjata api.

23.  Mabuk karena meminum minuman beralkohol, dan mengkonsumsi NAPZA.

24.  Melakukan tindak kekerasan, mengancam, mengambil hak milik/barang orang lain.

25.  Mengambil hak milik orang lain tanpa izin atau mencuri.

26.  Berkelahi atau bentrok fisik dengan siswa sekolah lain atau sesama siswa SMA Negeri 46.

27.  Memprovokasi dalam perkelahian.

28.  Berada di sekolah selama hukuman skorsing berlangsung.

29.  Mengatasnamakan sekolah untuk melakukan tindakan tertentu yang dapat merusak nama baik/citra sekolah.

30.  Melawan guru, kepsek atau karyawan SMA Negeri 2 Muara Teweh.

31.  Melakukan tindakan asusila, melakukan tindak kriminal dan mencemarkan nama baik SMA Negeri 2 Muara Teweh.

BAB X

SANKSI-SANKSI

Setiap siswa yang melakukan pelanggaran baik terhadap kewajiban maupun larangan akan dikenakan sanksi sebagaia berikut:

Pasal 1

PELANGGARAN RINGAN

  1. Setiap pelanggaran Bab IV Pasal 1 (point b, c dan d),siswa dipulangkan dan hadir hari berikutnya dengan diantar orang tua, serta membuat pernyataan tertulis tidak akan mengulangi lagi.
    1. Setiap pelanggaran pertama dari Bab IV Pasal 2 (point 1 – 4), siswa diberi teguran lisan dan mendapat skorsing dari kelas. Selanjutnya siswa tersebut diberi tugas oleh guru pengajar/petugas piket untuk mengerjakan tugas dalam ruangan khusus selama jam pelajaran tertentu
    2. Setiap pelanggaran kedua dari larangan Bab IV pasal 1 (point b, c, d) Pasal 2, Siswa mendapat teguran keras dan orang tua diberitahu dengan surat resmi. Selanjutnya siswa diketahui orang tua membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi, siap menerima sanksi terburuk apabila mengulangi lagi.
    3. Setiap pelanggaran ketiga, siswa mendapatkan skorsing maksimal 3 hari belajar di rumah.
    4. Setiap pelanggaran keempat, siswa dikembalikan kepada orang tua.

Pasal 2

PELANGGARAN SEDANG

  1. Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 1 – 11, siswa mendapat teguran keras dan membuat surat pernyataan yang diketahui orang tua untuk tidak akan mengulangi lagi.
    1. Pelanggaran kedua pada setiap larangan dari nomor 10 – 11, siswa diskorsing minimal selama 3 hari.
    2. Pelanggaran ketiga pada setiap larangan dari nomor 10 – 11, siswa diskorsing 5 hari dan disarankan untuk pindah sekolah.
    3. Pelanggaran keempat pada setiap larangan dari nomor 10 – 11, siswa dikembalikan kepada orang tua.
    4. Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 12 – 19, siswa mendapatkan skorsing maksimal selama 3 hari.
    5. Pelanggaran kedua pada setiap larangan nomor 12 – 19 diskorsing selama 3 hari dan disarankan untuk pindah sekolah.
    6. Pelanggaran ketiga setiap larangan nomor 12 – 19 siswa dikembalikan kepada orang tua.

Pasal 3

PELANGGARAN BERAT/KHUSUS

Pelanggaran pertama pada setiap larangan dari nomor 20 – 31, siswa akan dikeluarkan dari SMA Negeri 2 Muara Teweh.

BAB XI

PENUTUP

Segala sesuatu yang belum diatur dalam tata tertib ini akan diatur kemudian. Kepada semua pihak terutama orang tua/wali agar dapat memahami tata tertib ini untuk selanjutnya memberi pengertian kepada siswa/putra-putrinya agar selalu mematuhi tata tertib yang berlaku dan senantiasa menjaga nama baik sekolah kapanpun dan di manapun.

  1. I. Pengelolaan dan Pemanfaatan Sarana
    1. Sarana adalah perlengkapan pembelajaran yang dapat dipindah-pindah.
    2. Prasarana adalah fasilitas dasar untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.
    3. Perabot adalah sarana pengisi ruang.
    4. Peralatan pendidikan adalah sarana yang secara langsung digunakan untuk pembelajaran.
    5. Media pendidikan adalah peralatan pendidikan yang digunakan untuk membantu komunikasi dalam pembelajaran.
    6. Buku adalah karya tulis yang diterbitkan sebagai sumber belajar.
    7. Buku teks pelajaran adalah buku pelajaran yang menjadi pegangan peserta didik dan guru untuk setiap mata pelajaran.
    8. Buku pengayaan adalah buku untuk memperkaya pengetahuan peserta didik dan guru.
    9. Buku referensi adalah buku rujukan untuk mencari informasi atau data tertentu.
    10. Sumber belajar lainnya adalah sumber informasi dalam bentuk selain buku meliputi jurnal, majalah, surat kabar, poster, situs (website), dan compact disk.
    11. Bahan habis pakai adalah barang yang digunakan dan habis dalam waktu relatif singkat.
    12. Perlengkapan lain adalah alat mesin kantor dan peralatan tambahan yang digunakan untuk mendukung fungsi sekolah/madrasah.
    13. Teknologi informasi dan komunikasi adalah satuan perangkat keras dan lunak yang berkaitan dengan akses dan pengelolaan informasi dan komunikasi.
    14. Lahan adalah bidang permukaan tanah yang di atasnya terdapat prasarana sekolah/madrasah meliputi bangunan, lahan praktik, lahan untuk prasarana penunjang, dan lahan pertamanan.
    15. Bangunan adalah gedung yang digunakan untuk menjalankan fungsi sekolah/madrasah.
    16. Ruang kelas adalah ruang untuk pembelajaran teori dan praktik yang tidak memerlukan peralatan khusus.
    17. Ruang perpustakaan adalah ruang untuk menyimpan dan memperoleh informasi dari berbagai jenis bahan pustaka.
    18. Ruang laboratorium adalah ruang untuk pembelajaran secara praktik yang memerlukan peralatan khusus.
    19. Ruang pimpinan adalah ruang untuk pimpinan melakukan kegiatan pengelolaan sekolah/madrasah.
    20. Ruang guru adalah ruang untuk guru bekerja di luar kelas, beristirahat, dan menerima tamu.
    21. Ruang tata usaha adalah ruang untuk pengelolaan administrasi sekolah/madrasah.
    22. Ruang konseling adalah ruang untuk peserta didik mendapatkan layanan konseling dari konselor berkaitan dengan pengembangan pribadi, sosial, belajar, dan karir.
    23. Ruang UKS adalah ruang untuk menangani peserta didik yang mengalami gangguan kesehatan dini dan ringan di sekolah/madrasah.
    24. Tempat beribadah adalah tempat warga sekolah/madrasah melakukan ibadah yang diwajibkan oleh agama masing-masing pada waktu sekolah.
    25. Ruang organisasi kesiswaan adalah ruang untuk melakukan kegiatan kesekretariatan pengelolaan organisasi peserta didik.
    26. Jamban adalah ruang untuk buang air besar dan/atau kecil.
    27. Gudang adalah ruang untuk menyimpan peralatan pembelajaran di luar kelas, peralatan sekolah/madrasah yang tidak/belum berfungsi, dan arsip sekolah/madrasah.
    28. Ruang sirkulasi adalah ruang penghubung antar bagian bangunan sekolah/madrasah.
    29. Tempat berolahraga adalah ruang terbuka atau tertutup yang dilengkapi dengan sarana untuk melakukan pendidikan jasmani dan olah raga.
    30. Tempat bermain adalah ruang terbuka atau tertutup untuk peserta didik dapat melakukan kegiatan bebas.
    31. Rombongan belajar adalah kelompok peserta didik yang terdaftar pada satu satuan kelas.

Sebuah SMA/MA sekurang-kurangnya memiliki prasarana sebagai berikut:

  1. ruang kelas,
  2. ruang perpustakaan,
  3. ruang laboratorium biologi,
  4. ruang laboratorium fisika,
  5. ruang laboratorium kimia,
  6. ruang laboratorium komputer,
  7. ruang laboratorium bahasa,
  8. ruang pimpinan,
  9. ruang guru,
  10. ruang tata usaha,
  11. tempat beribadah,
  12. ruang konseling,
  13. ruang UKS,
  14. ruang organisasi kesiswaan,
  15. jamban,
  16. gudang,
  17. ruang sirkulasi,
  18. tempat bermain/berolahraga
  19. J. Hubungan Masyarakat

Bertolak dari penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berupa desentralistik, maka hal ini berdampak pula terhadap reorintasi Visi dan Misi Pendidikan Nasional yang di dalamnya menyangkut pula tentang Standar Pengelolaan Sistem Pendidikan Nasional. Yang berimbas pula pada Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan, Pendanaaan, dan Strategi Pembangunan Pendidikan Nasional.

Hal-hal yang tersebut di atas, terutama dilandasi dengan sifat desentralistik itu sendiri, mengingat kondisi geografis, sosial-kultural, dan ekonomi setiap wilayah (Propinsi-Kabupaten) yang berbeda satu sama lain. Oleh karena itu penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai hasil yang lebih optimal, efektif, efisien dan berhasil, memerlukan keterkaitan berbagai elemen yang ada.

Implementasi otonomi terhadap lembaga pendidikan terwujud dalam School Based Management atau Manajemen Berbasis Sekolah. Dikarenakan Manajemen Berbasis Sekolah ini adalah upaya kemandirian, kreativitas sekolah dalam peningkatan kemitraan, partisipasi, keterbukaan, dan akuntabilitas dalam peningkatan mutu melalui kerjasama atau pemberdayaan pemerintah dan masyarakat, maka diperlukan pula administrasi pendidikan di bidang hubungan sekolah dengan masyarakat.

  1. 1. FUNGSI DAN TUJUAN HUMAS SMAN 2 MUARA TEWEH
    1. a. Fungsi

Fungsi pokok hubungan sekolah dengan masyarakat adalah menarik simpati masyarakat umumnya serta publik khususnya, sehingga dapat meningkatkan relasi serta animo pada SMA Negeri 2 Muara Teweh. Hal ini akan membantu sekolah mensukseskan program-programnya. Sehingga mampu mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Fungsi hubungan sekolah dengan masyarakat diantarnya sebagai berikut :

a)      Mengatur hubungan sekolah dengan orang tua.

b)      Memelihara hubungan baik dengan komite sekolah.

c)      Memelihara dan mengembangkan hubungan sekolah dengan lembaga-lembaga pemerintah, swasta dan organisasi nasional.

d)     Memberi pengertian kepada masyarakat tentang fungsi sekolah melalui bermacam-macam tehnik komunikasi (majalah, surat kabar dan mendatangkan sumber).

  1. b. Tujuan

Hubungan sekolah dengan masyarakat dibangun dengan tujuan popularitas SMA Negeri 2 Muara Teweh di mata masyarakat. Popularitas SMA Negeri 2 Muara Teweh akan tinggi jika mampu menciptakan program-program sekolah yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan dan cita-cita bersama dan dari program tersebut mampu melahirkan sosok–sosok individu yang mapan secara intelektual dan spiritual. Dengan popularitas ini sekolah eksis dan semakin maju. Tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat diantaranya sebagai berikut:

a)      Memberi penjelasan tentang kebijaksanaan penyelenggaraan sekolah situasi dan perkembangannya.

b)      Menampung sarana-sarana dan pendapat-pendapat dari warga sekolah dalam hubungannya dengan pembinaan dan pengembang sekolah.

c)      Dapat memelihara hubungan yang harmonis dan terciptanya kerja sama antar warga sekolah sendiri.

  1. 2. SASARAN
    1. Humas SMA Negeri 2 Muara Teweh sebagai penghubung dari pihak sekolah dengan masyarakat selalu dipelihara dengan baik karena sekolah akan selalu berhubungan dengan masyarakat, tidak bisa lepas darinya sebagai partner sekolah dalam mencapai kesuksesan sekolah itu sendiri. Prestise sekolah semakin tinggi di mata masyarakat jika sekolah mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkepribadian dan mampu mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya dalam memajukan masyarakat.
    2. Terciptanya hubungan yang harmonis dengan masyarakat atau pihak-pihak tertentu di luar organisasi tersebut, agar mendapatkan dukungan terhadap efisiensi dan efektivitas pelaksanaan kerja secara sadar dan sukarela.
    3. untuk mendapatkan aspirasi, simpati dari masyarakat. Dan mengupayakan terjadinya kerjasama yang baik antar sekolah dengan masyarakat untuk kebaikan bersama, atau secara khusus bagi sekolah penjalinan hubungan tersebut adalah untuk mensukseskan program-program di SMA Negeri 2 Muara Teweh.
    4. 3. TUGAS POKOK HUMAS SMA NEGERI 2 MUARA TEWEH

Wakil Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat mempunyai tugas membantu Kepala Sekolah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

  1. Memberikan informasi dan menyampaikan ide atau gagasan kepada masyarakat atau pihak-pihak lain yang membutuhkannya.
  2. Membantu pemimpin yang karena tugas-tugasnya tidak dapat langsung memberikan informasi kepada masyarakat atau pihak-pihak yang memerlukannya.
  3. Membantu Kepala Sekolah mempersiapkan bahan-bahan tentang permasalahan dan informasi yang akan disampaikan atau yang menarik perhatian masyarakat pada saat tertentu.
  4. Membantu Kepala Sekolah dalam mengembangkan rencana dan kegiatan lanjutan yang berhubungan dengan pelaksanaaan kepada masyarakat sebagai akibat dari komunikasi timbal balik dengan pihak luar, yang ternyata menumbuhkan harapan untuk penyempurnaaan kegiatan yang telah dilakukan oleh organisasi.
  5. Melaporkan tentang pikiran-pikiran yang berkembang dalam masyarakat tentang masalah pendidikan.
  6. Membantu kepala sekolah bagaimana usaha untuk memperoleh bantuan dan kerja sama.
  7. Menyusun rencana bagaimana cara-cara memperoleh bantuan.
  8. Menunjukkan pergantian keadaan pendapat umum.
  9. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan Humas secara berkala.
  10. 4. PROGRAM KERJA WAKASEK HUMAS SMAN 2 MUARA TEWEH
    1. a. Dasar
      1. UU RI No 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS;
      2. UU No 22 Tahun 1999 Tentang Otonomi Daerah Pasal 11 Ayat 2;
      3. PP RI No 19 Tahun 2005 Tentang SNP Bab VIII Standar Pengelolaan Pasal 49 Ayat 1;
      4. PP No. 29 Bab XI pasal 27 ayat 1;
      5. Kalender Pendidikan SMA Negeri 2 Muara Teweh Tahun Pelajaran 2008/2009
      6. S.K Kepala SMA Negeri 2 Muara Teweh tentang pembagian tugas guru sebagai Wakil Kepala Sekolah Tahun Pelajaran 2008/2009.
  1. b. Jenis Kegiatan
    1. Kegiatan Eksternal

Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal ini yakni:

(1)     Indirect act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media tertentu seperti misalnya: informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, Internet/Website Sekolah. penyebaran informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam penerbitan majalah atau buletin sekolah.

(2)     Direct act adalah kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu dan sebagainya.

  1. 2. Kegiatan Internal

Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga SMA Negeri 2 Muara Teweh yang bersangkutan yaitu para Guru, Staf Tata Usaha, dan peserta didik. Kegiatan ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:

(1)        Indirect act adalah kegiatan internal melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papn pengumuman di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui mass media; dan kegiatan pentas seni.

(2)        Direct act adalah kegiatan internal yang dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama; dan penjelasan pada berbagai kesempatan.

  1. 5. BENTUK OPERASIONAL HUMAS SMAN 2 MUARA TEWEH
    1. Di bidang Sarana Akademik

Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian, karya ilmiah (lokal, nasional, internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan perpustakaan atau PSB, SB yang mutakhir serta teknologi instruksional yang mendukung PBM, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.

  1. Di bidang Sarana Pendidikan

Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum, kantor dan sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.

  1. Di bidang Sosial

Partisipasi SMA Negeri 2 Muara Teweh dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti, perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat.

  1. Kegiatan Karya Wisata

Sebagai sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, seperti membawa spanduk serta atribut sekolah sampai keluar daerah menyababkan nama SMA Negeri 2 Muara Teweh dapat dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan tertib sopan santun para siswanya di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.

  1. Kegiatan Olah Raga dan Kesenian

Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan membawa nama harum SMA Negeri 2 Muara Teweh.

  1. Menyediakan fasilitas sekolah untuk kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM, demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan untuk kepentingan SMA Negeri 2 Muara Teweh.
  2. Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional hubungan sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi serta kemampuan pihak-pihak terkait.
  3. 6. FAKTOR PENDUKUNG

Kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat di SMA Negeri 2 Muara Teweh bisa berjalan baik apabila di dukung oleh beberapa faktor yakni:

  1. Adanya proram dan perencanaan yang sistematis.
  2. Tersedia basis dokumentasi yang lengkap.
  3. Tersedia tenaga ahli, terampil dan alat sarana serta dana yang memadai.
  4. Kondisi organisasi sekolah yang memungkinkan untuk meningkatkan kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat.
  5. 7. SUMBER DANA
    1. Dari Dana Komite Sekolah;
    2. Dari Donatur;
    3. Dari Dana Bantuan Pemerintah.
    4. K. Ketatausahaan

Tata usaha mempunyai rincian tugas sebagai berikut :

  1. 1. Perincian Tugas Koordinator  Tata Usaha
    1. Menyusun kerja tata usaha sekolah
    2. Mengkoordinir pengelolaan keuangan sekolah
    3. Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha sekolah
    4. Mengatur pengurusan kepegawaian
    5. Membina dan mengembangkan karier tenaga tata usaha sekolah
    6. Mengurus kebutuhan fasilitas tata usaha
    7. Menyiapkan dan manyajikan data statistik sekolah
    8. Mengatur pelaksanaan kesekretariatan dan kerumahtanggaan
    9. Mengatur administrasi hasil proses kegiatan belajar mengajar
    10. Membantu kepala sekolah untuk mengembangkan sistem informasi sekolah
    11. Mengatur administrasi kesiswaan dan beasiswa
    12. Membantu pelaksanaan program K7
    13. Membantu kepala sekolah dalam penyusunan RAPBS dan RIPS
    14. Menyusun laporan
    15. 2. Tugas pengadministrasian Surat Menyurat
      1. Mengagendakan surat-surat masuk dan surat keluar
      2. Mendistribusikan surat-surat masuk atas petunjuk kepala sekolah
      3. Mengarsipkan surat-surat masuk dan surat-surat keluar
      4. Mengekspedisikan surat-surat keluar
      5. Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai dengan petunjuk atau prakarsa sendiri
      6. 3. Tugas pengadministrasian Keuangan
        1. Bagian UYHD (Uang Yang Harus Dipertanggungjawabkan)

1)         Mengajukan permintaan kebutuhan jenis uang sesuai DIK atau petunjuk yang berlaku

2)         Membayarkan uang gaji atau kegiatan operasional lainnya sesuai dengan anggaran yang tersedia atas petunjuk dari kepala sekolah

3)         Membukukan penerimaan dan pengeluaran uang sesuai dengan petunjuk yang berlaku

4)         Mempertanggungjawabkan serta membuat laporan pertanggung jawaban keuangan kepada kepala sekolah dan instansi terkait

5)         Memungut, menyetor dan melaporkan pajak

6)         Mengarsipkan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan keuangan UYHD

  1. b. Bagian DSP (Dana Sumbangan Pendidikan/Komite)

1)      Menerima pembayaran DSP dari orang tua siswa

2)      Membukukan hasil penerimaan DSP

3)      Menyetorkan uang DSP ke Bank

4)      Mempertanggung jawabkan serta membuat laporan penerimaan dan penyetoran uang DSP kepada kepala sekolah dan instansi terkait

5)      Mencatat pendataan pembayaran DSP pada papan informasi

6)      Menyelesaikan usul keringanan atau pembebasan DSP atas petunjuk kepala sekolah sesuai dengan peraturan yang berlaku

7)      Melaksanakan dan membantu tugas-tugas lain sesuai petunjuk atau atas prakarsa sendiri

  1. 4. Bagian Pengadministrasian Kepegawaian
    1. Mencatat pendataan keadaan inventaris personal (guru dan karyawan)
    2. Menyelesaikan rencana kenaikan gaji berkala
    3. Membuat rencana kenaikan pangkat
    4. Menyelesaikan usul kenaikan pangkat
    5. Membuat DUK/R7 & R8 dan DSO
    6. Menguruskan dan mengusulkan serta menyelesaikan hak-hak yang berkaitan dengan kepentingan personal
    7. Membuat laporan bulanan/triwulan/tahunan tentang keadaan sekolah
    8. Mengarsipkan peraturan-peraturan / surat-surat kepegawaian
    9. Melaksanakan dan memenuhi segala keperluan yang berkaitan dengan kepegawaian (buku cuti, NIP, Karpeg, Taspen, Askes, Presensi guru/karyawan dan sebagainya)
    10. Membantu tugas-tugas lain sesuai dengan petunjuk atau atas prakarsa sendiri
    11. 5. Bagian Pengadministrasian Siswa
      1. Menyelesaikan Buku Induk Siswa termasuk nilainya
      2. Menyelesaikan Buku Klaper dan buku Stambuk
      3. Membuat Presensi/ daftar siswa
      4. Membuat rekap jumlah siswa
      5. Mengisi buku mutasi siswa
      6. Menyimpan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kesiswaan
      7. Membantu tugas-tugas lain yang sesuai petunjuk atau atas prakarsa sendiri
      8. 6. Bagian Pengadministrasian Siswa
        1. Menyelesaikan urusan pendataan yang berkaitan dengan kegiatan operasional pendidikan
  1. Mendokumentasikan pendataan kegiatan operasional pendidikan
  2. Membantu tugas-tugas lain sesui petunjuk atau ats prakarsa sendiri
  3. 7. Penjaga dan Petugas Kebersihan
    1. Melaksanakan 6K serta memeliharanya
    2. Menyediakan kebutuhan air
    3. Melaksanakan tugas-tugas lain sesuai petunjuk atau prakarsa sendiri
    4. 8. Satpam
      1. Mencatat dan mengantarkan tamu sesuai keperluannya
      2. Menjaga keamanan kendaraan personal sekolah siswa dan tamu
      3. Melaksanakan 6K serta memeliharanya
      4. Melaporkan hal-hal yang dianggap penting yang dapat mengganggu proses kegiatan belajar mengajar
      5. Bersama-sama dengan staf sekolah yang terkait secara terpadu melaksanakan langkah-langkah pengamanan demi tercapainya ketertiban dan keamanan sekolah
      6. Membantu tugas-tugas lainnya sesuai dengan petunjuk atau atas prakasa sendiri

BAB IV

PENUTUP

Demikian Panduan Layanan Akademik  di SMAN-2 Muara Teweh ini dibuat sebagai acuan untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran di SMA Negeri – 2 Muara Teweh, daftar dan jadwal kegiatan terlampir. Peran Serta Stakeholder untuk memberi nilai manfaat yang lebih besar sangat diharapkan guna perbaikan program ini selanjutnya.

Muara Teweh, 01 Januari 2010

Kepala Sekolah,

HERY JHON SETIAWAN, S.Pd.

NIP. 19671119 199512 1 004

7 comments on “PANDUAN LAYANAN AKADEMIK

  1. Assalamualaikum W. W.

    Fakultas Geografi UGM proudly presents:
    GEOGRAPHY STUDENTS CREATIVITIES WEEK TINGKAT NASIONAL
    Lomba Karya Tulis Ilmiah || Debate Competition || Speech Contest
    TEMA : PEMUDA INDONESIA MENCERDASI BENCANA

    TANGGAL PELAKSANAAN : 29 – 30 OKTOBER 2011

    Terbuka untuk semua pelajar SMA , IPA maupun IPS :D

    FASILITAS
    Sertifikat, Co-card, Pin, Block note & Bolpoin, Makan dan Snack

    Contact Person :
    Adlan (085246224403)
    Malindo (085725822045)
    Gerry (08568457512 )

    http://gesture-ugm.blogspot.co​m/

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s