KABUT ASAP

Kabut adalah uap air yang berada dekat permukaan tanah kemudian berkondensasi (perubahan wujud benda ke wujud yang lebih padat seperti gas (atau uap) menjadi cairan) menjadi mirip awan.
Peristiwa ini terbentuk karena hawa dingin di sekitar tempat itu dan kadar kelembaban yang tinggi, yaitu mendekati 100%.
ASAPUntuk menghasilkan kondensasi atau sublimasi di perlukan tingkat kejenuhan udara yang tinggi, di mana kelembaban relatif mendekati atau sama dengan 100%. Kriteria yang digunakan oleh Badan Meteorologi Klimatologi & Geofisika adalah jika terlihat adalanya partikel-partikel mikroskopis di udara permukaan dengan jarak pandang (Visibility) mendatar kurang dari 1 Km dan nilai kelembaban Relatif(RH) 98-100%.
Setiap musim kemarau kita selalu diganggu asap. Sejumlah kota di Riau maupun Kalimantan umumnya serta Kalimantan Tengah pada khususnya diselimuti asap pekat. Jarak pandang terganggu, aktivitas sosial dan ekonomi pun terganggu. Di laut, darat, maupun di sejumlah sungai yang padat transportasi air menjadi sangat rawan kecelakaan.
Istilah “smog” pertama kali dikemukakan oleh Dr. Henry Antoine Des Voeux pada tahun 1950 dalam karya ilmiahnya “Fog and Smoke”, dalam pertemuan di Public Health Congress. Pada 26 Juli 2005, surat kabar London, Daily Graphic mengutip istilah ini “[H]e said it required no science to see that there was something produced in great cities which was not found in the country, and that was smoky fog, or what was known as ‘smog.’” (Dr Henry Antoine Des Voeux menyatakan bahwa sebenarnya tidak diperlukan pengetahuan ilmiah apapun untuk mendeteksi keberadaan sesuatu yang telah diproduksi di kota besar tetapi tidak ditemukan di perkampungan, yaitu “smoky fog” (kabut bersifat asap), atau disebut juga dengan smog (asbut).). Hari berikutnya surat kabar tersebut kembali memberitakan “Dr. Des Voeux did a public service in coining a new word for the London fog” (Dr. Des Voeux menjalankan tugas pelayanan masyarakatnya dengan memperkenalkan istilah baru, asbut) dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Asbut.

Pengertian Kabut Asap
Kabut Asap adalah kasus pencemaran udara berat yang bisa terjadi berhari-hari hingga hitungan bulan. Di bawah keadaan cuaca yang menghalang sirkulasi udara, kabut asap bisa menutupi suatu kawasan dalam waktu yang lama. Kabut asap juga sering dikaitkan dengan pencemaran udara. Kabut asap sendiri merupakan koloid jenis aerosol padat dan aerosol cair.
Proses terbentuknya kabut Asap
Pada umumnya, kabut terbentuk ketika udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Jika udara berada di atas daerah perindustrian, udara itu mungkin juga mengandung asap yang bercampur kabut membentuk kabut berasap, campuran yang mencekik dan pedas yang menyebabkan orang terbatuk. Di kota-kota besar, asap pembuangan mobil dan polutan lainnya mengandung hidrokarbon dan oksida-oksida nitrogen yang dirubah menjadi kabut berasap fotokimia oleh sinar matahari. Ozon dapat terbentuk di dalam kabut berasap ini menambah racun lainnya di dalam udara. Kabut berasap ini mengiritasikan mata dan merusak paru-paru. Seperti hujan asam, kabut berasap dapat dicegah dengan mengehentikan pencemaran atmosfer.
Kabut juga dapat terbentuk dari uap air yang berasal dari tanah yang lembab, tanaman-tanaman, sungai, danau, dan lautan. Uap air ini berkembang dan menjadi dingin ketika naik ke udara. Udara dapat menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu. Udara pada suhu 30º C dapat mengandung uap air sebangyak 30 gr uap air per m3, maka udara itu mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Volume yang sama pada suhu 20º C udara hanya dapat menahan 17 gr uap air. Sebanyak itulah yang dapat ditahannya pada suhu tersebut. Udara yang mengandung uap air sebanyak yang dapat dikandungnya disebut udara jenuh.
Ketika suhu udara turun dan jumlah uap air melewati jumlah maksimum uap air yang dapat ditahan udara, maka sebagian uap air tersebut mulai berubah menjadi embun. Kabut akan hilang ketika suhu udara meningkat dan kemampuan udara menahan uap air bertambah. Menurut istilah yang diakui secara internasional, kabut adalah embun yang mengganggu penglihatan hingga kurang dari 1 Km.
JENIS-JENIS KABUT ASAP
Terdapat dua jenis utama kabut asap. Kabut asap fotokimia dan kabut asap klasik.
Kabut Asap Fotokimia
Kabut asap jenis ini pada umumnya disebabkan oleh beberapa jenis hasil pembakaran bahan kimia yang dikatalisasi oleh kehadiran cahaya matahari. Kabut asap ini mengandung:
• hasil oksidasi nitrogen, misalnya nitrogen dioksida
• ozon troposferik
• VOCs (volatile organic compounds)
• peroxyacyl nitrat (PAN)
VOC’s adalah hasil penguapan dari bahan bakar minyak, cat, solven, pestisida dan bahan kimia lain. Sementara oksida nitrogen banyak dihasilkan oleh proses pembakaran dalam bahan bakar fosil seperti mesin mobil, pembangkit listrik, dan truk.
Kabut asap fotokimia biasanya terjadi di daerah-daerah industri atau kota padat mobil yang menghasilkan emisi berat dan terkonsentrasi. Tetapi kabut asap fotokimia tidak hanya menjadi masalah di kota-kota industri, sebab bisa menyebar ke daerah non industri.
Kabut asap Klasik
Merupakan kabut asap yang terjadi di London setelah terjadinya revolusi industri yang menghasilkan pencemaran besar-besaran dari pembakaran batu bara. Pembakaran ini menghasilkan campuran asap dan sulfur dioksida. Gunung berapi yang juga menyebabkan berlimpahnya sulfur dioksida di udara, menghasilkan kabut asap gunung berapi, atau vog (vulcanic smog, kabut asap vulkanis).
Pembukaan lahan dengan cara pembakaran hutan di Indonesia juga telah beberapa kali menyebabkan kasus asap di negara tetangga Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand. Kepadatan tinggi kilang yang terletak di Tiongkok daratan juga mencemari Hong Kong. Kini, bangunan tinggi Hong Kong sukar dilihat dengan jelas.

DAMPAK KABUT ASAP BAGI LINGKUNGAN
Kabut asap menjadi masalah bagi banyak kota di dunia dan terus mengancam lingkungan. Menurut EPA U.S., udara dalam status bahaya karena problem kabut jika telah melewati batas 80 bagian persejuta (parts per billion) (ppb) atau 0.5 ppm ozone (komponen utama kabut asap) [1], melebihi dari 53 ppb nitrogen dioksida atau 80 ppb partikel. Kabut asap dalam keadaan berat merusak dan bahkan menyebabkan masalah pernapasan bagi manusia, termasuk penyakit emphysema, bronchitis, dan asma. Kejadian klinis sering terjadi saat konsentrasi ozone levels sedang tinggi.

Zat-zat yang terkandung dalam kabut asap ini antara lain:
1. Sulfur Dioksida
Pencemaran oleh sulfur dioksida terutama disebabkan oleh dua komponen sulfur bentuk gas yang tidak berwarna, yaitu sulfur dioksida(SO2) dan Sulfur Trioksida (SO3), dan keduanya disebut Sulfur Oksida (SOx)
Sumber dan distribusi dari Sulfur Dioksida ini adalah berasal dari pembakaran arang,minyak bakar gas,kayu dan sebagainya. Sumber yang lainnya adalah dari proses-proses industri seperti pemurnian petroleum,industri asam sulfat, industri peleburan baja,dsb.
Pengaruh utama polutan Sox terhadap manusia adalah iritasi sistem pernafasan terutama pada tenggorokan yang terjadi pada beberapa individu yang sensitif iritasi. SO2 dianggap pencemar yang berbahaya bagi kesehatan terutama terhadap orang tua dan penderita yang mengalami penyakit kronis pada sistem pernafasan kadiovaskular.
Pencegahan dari Sulfur dioksida antara lain dengan
• merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap berfungsi dengan baik
• Memasang filter pada knalpot
• scruber pada cerobong asap
• Merawat mesin industri agar tetap baik dan melakukan pengujian secara berkala
• Menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar sulfur yang rendah, dll.
2. Carbon Monoksida
Karbon dan Oksigen dapat bergabung membentuk senyawa karbon monoksida (CO) sebagai hasil pembakaran yang tidak sempurna dan karbondioksida (CO2) sebagai hasil pembakaran sempurna. Karbon monoksida di lingkungan dapat terbentuk secara alamiah, tetapi sumber utamanya adalah dari kegiatan manusia, Karbon monoksida yang berasal dari alam termasuk dari larutan, oksida metal dari atmosfer, pegunungan, kebakaran hutan, dan badai listrik alam.
Dampak karbon monoksida bagi kesehatan adalah penguraian HbCO yang relatif lambat menyebabkan terhambatnya kerja molekul sel pigmen tersebut dalam fungsinya membawa oksigen ke seluruh tubuh. Kondisi seperti ini dapat berakibat serius, bahkan fatal, karena dapat menyebabkan keracunan. Dampak keracunan CO berbhaya bagi orang yang telah menderita gangguan otot jantung.
3. Nitrogen Dioksida
Oksigen Nitrogen (NOx) adalah kelompok gas yang terdapat di atmosfer yang terdiri dari Nitrogen monoksida (NO) dan Nitrogen Dioksida (NO2).
Sumber utama Nox yang diproduksi oleh manusia adalah dari pembakaran dan kebanyakan pembakaran disebabkan oleh kendaraan bermotor, produksi energi dan pembuangan sampah. Sebagian besar emisi NOx buatan manusia berasal dari pembakaran arang, minyak, gas dan bensin.
Dampak Nitrogen Dioksida terhadap kesehatan adalah NO2 bersifat racun terutama terhadap paru-paru. Kadar NO2 yang lebih tinggi dari 100 ppm dapat mematikan sebagian besar binatang dan 90% dari kematian tersebut disebabkan oleh gejala pembengkakan paru-paru (edema pulmonari).
4. Oksidan
Oksidan (O3) merupakan senyawa di udara selain oksigen yang memiliki sifat sebagai pengoksidasi. Oksidasi adalah komponen atmosfer yang diproses oleh proses fotokimia, yaitu suatu proses kimia yang membutuhkan sinar matahari mengoksidasi komponen-komponen yang tak segera dioksidasi oleh oksigen.
Oksidan terdiri dari Ozon, Peroksiasetilnitrat, dan Hidrogen Peroksida
Dampak dari O3 bagi kesehatan adalah Beberapa gejala yang dapat diamati pada manusia yang diberi perlakuan kontak dengan ozon, sampai dengan kadar 0,2 ppm tidak ditemukan pengaruh apapun, pada kadar 0,3 ppm mulai terjadi iritasi pada hidung dan tenggorokan. Kontak dengan Ozon pada kadar 1,0–3,0 ppm selama 2 jam pada orang-orang yang sensitif dapat mengakibatkan pusing berat dan kehilangan koordinasi. Pada kebanyakan orang, kontak dengan ozon dengan kadar 9,0 ppm selama beberapa waktu akan mengakibatkan edema pulmonari.
Pada kadar di udara ambien yang normal, peroksiasetilnitrat (PAN) dan Peroksiabenzoilnitrat (PbzN) mungkin menyebabkaniritasi mata tetapi tidak berbahaya bagi kesehatan. Peroksibenzoilnitrat (PbzN) lebih cepat menyebabkan iritasi mata.
5. Hidrokarbon
Hidrokarbon adalah bahan pencemar udara yang dapat berbentuk gas, cairan maupun padatan. Semakin tinggi jumlah atom karbon, unsur ini akan cenderung berbentuk padatan. Sebagai bahan pencemar udara, Hidrokarbon dapat berasal dari proses industri yang diemisikan ke udara dan kemudian merupakan sumber fotokimia dari ozon. Kegiatan industri yang berpotensi menimbulkan cemaran dalam bentuk HC adalah industri plastik, resin, pigmen, zat warna, pestisida dan pemrosesan karet. Diperkirakan emisi industri sebesar 10 % berupa HC.
Pengaruh hidrokarbon pada kesehatan manusia dapat terlihat pada tabel dibawah ini.
Jenis Hidrokarbon Konsentarsi (ppm) Dampak Kesehatan
Benzene (C6H6) 100 Iritasi membran mukosa
3.000 Lemas setelah setengah sampai satu jam
7.500 Pengaruh sangat brbahaya setelah pemaparan satu jam
20.000 Kematian setelah pemaparan 5-10 menit
Toluena (C7H8) 200 Pusing, lemah , dan bekunang-kunang setelahpemaparan 8 jam
600 Kehilangan koordinasi bola mata terbalik setelah pemaparan 8 jam

6. Khlorin
Gas Khlorin ( Cl2) adalah gas berwarna hijau dengan bau sangat menyengat. Berat jenis gas khlorin 2,47 kali berat udara dan 20 kali berat gas hidrogen khlorida yang toksik. Gas khlorin sangat terkenal sebagai gas beracun yang digunakan pada perang dunia ke-1.
Karena banyaknya penggunaan senyawa khlor di lapangan atau dalam industri dalam dosis berlebihan seringkali terjadi pelepasan gas khlorin akibat penggunaan yang kurang efektif. Hal ini dapat menyebabkan terdapatnya gas pencemar khlorin dalam kadar tinggi di udara.
Selain bau yang menyengat gas khlorin dapat menyebabkan iritasi pada mata saluran pernafasan. Apabila gas khlorin masuk dalam jaringan paru-paru dan bereaksi dengan ion hidrogen akan dapat membentuk asam khlorida yang bersifat sangat korosif dan menyebabkan iritasi dan peradangan.

7. Partikel Debu
Partikulat debu melayang (Suspended Particulate Matter/SPM) merupakan campuran yang sangat rumit dari berbagai senyawa organik dan anorganik yang terbesar di udara dengan diameter yang sangat kecil, mulai dari Dampak partikel debu terhadap kesehatan dapat mengganggu saluran pernafasan bagian atas dan menyebabkan iritasi. Selain dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan, partikel debu juga dapat mengganggu daya tembus pandang mata dan juga mengadakan berbagai reaksi kimia di udara.
8. Timah Hitam
Timah hitam ( Pb ) merupakan logam lunak yang berwarna kebiru-biruan atau abu-abu keperakan dengan titik leleh pada 327,5°C dan titik didih 1.740°C pada tekanan atmosfer.Gangguan kesehatan adalah akibat bereaksinya Pb dengan gugusan sulfhidril dari protein yang menyebabkan pengendapan protein dan menghambat pembuatan haemoglobin, Gejala keracunan akut didapati bila tertelan dalam jumlah besar yang dapat menimbulkan sakit perut muntah atau diare akut. Gejala keracunan kronis bisa menyebabkan hilang nafsu makan, konstipasi lelah sakit kepala, anemia, kelumpuhan anggota badan, Kejang dan gangguan penglihatan.

By esdipangganti Posted in POSTING

CARA MENENTUKAN KELIMPAHAN ISOTOP

Soal:
1. Galium mempunyai dua isotop yaitu Ga-69 dan Ga-71. Massa atom relatif galium adalah 69,8, tentukan kelimpahan isotop Ga-71.

PENYELESAIAN:
Misalkan kelimpahan isotop Ga-69 adalah x%, maka kelimpahan isotop Ga-71 adalah (100-x)%
Sehingga
Ar Ga = x% . 69 + (100 – x)%.71
69,8 = x/100 . 69 + (100 – x)/100 . 71
6980 = 69x + 7100 – 71x
69x-71x = 6980-7100 -2x = -120
x = 60
Kelimpahan isotop Ga-71 adalah (100 – 60)% = 40%

2. Diketahui atom Zn mempunyai isotop Zn-65 dan Zn-66. Jika Ar Zn=65,4 maka isotop Zn-66 di alam akan terdapat sebanyak ….
a. 25% c. 50% e. 75%
b. 30% d. 40%

PENYELESAIAN:
Misalkan kelimpahan isotop zN-65 adalah x%, maka kelimpahan isotop Zn-66 adalah (100-x)%
Sehingga
Ar Zn = x% . 65 + (100 – x)%.66
65,4 = x/100 . 65 + (100 – x)/100 . 66
6540 = 65x + 6600 – 66x
65x-66x = 6540-6600
-1x = -60
x = 60
Kelimpahan isotop Zn-66 adalah (100 – 60)% = 40%

SEMOGA MEMBANTU

TESIS

ABSTRACT

Pangganti, Esdi, 2012. Class XII science student difficulties SMA District of North Barito Understanding Redox Reactions and Electrochemistry. Thesis. Chemistry Education Studies Program, Graduate Program in Palangkaraya University. Supervisor (I) Prof. Dr. Suandi Sidauruk, M.Pd., and Supervisor (II) Dra. Sriwahyutami, M.Sc.

Keywords: Adversity, Understanding, Redox Reactions and Electrochemistry

This study aims to explain the difficulty of class XII science students of SMAN District of North Barito understand and electrochemical redox reactions, including: a) determining the oxidation states of elements in the compound neutral and ionic compounds; b) determine the type of oxidation or reduction reactions; c) determine redox reaction in the event reduction and oxidation processes; d) balance the redox reaction; e) determining if the voltaic cell notation at the anode and cathode reaction produces positive EoSel; and f) specify the use of Faraday’s law of I and II.

The study population was all students in grade XII IPA Barito District State High School North. The sample size in this study that netted as much as 140 to TPRE, and 32 students to test TPRE, the target sample size of 176.
Difficulty understanding the concepts were evaluated using test instruments and understanding of the electrochemical redox reaction (TPRE) along with an interview to locate students’ difficulties in understanding the redox reactions and electrochemistry.

Tryouts for the lowest test scores obtained TPRE students is 3 and the highest scoring students is 13 scale 15. The mean score was 72.0 of 100 students. Index level of difficulty (range 0.38 to 0.63) and different power index (range 0.23 to 0.81) points in the category of ideal matter, it is proved that TPRE test participants’ ability to differentiate. Standard deviation (sd) = 2.62 and = 6.86 S2t and KR-21 = 0.491 rounded to 0.5. Reliability value indicates that the TPRE have good internal consistency, real, and can be trusted to identify students’ difficulties in redox reactions and electrochemistry.

The difference (DB) of each item in the category TPRE about being (all about the TPRE meet the specified criteria is between 0.2 – 0.7), so it can be stated that TPRE used well enough to distinguish students based on ability to respond to items about . The level of difficulty (TK) of each item on TPRE about this, they all meet the established criteria, namely 0.3 to 0.7 (DB tables and TK, attached). That is, every grain of matter is at an ideal level.
The results showed an average score Indicator 1 (Determining the oxidation state of the element in the compound is not charged) of 52.5, Indicator 2 (Determining the oxidation state of the element in the compound charged (ion) of 54.3; Indicator 3 (Specify type of reduction or oxidation reactions) amounting to 55.0; Indicators 4 (Determining the redox reaction, in the event of the reduction process (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state)) of 49.6; Indicator 5 (Balance Redox Reactions) of 43.6; Indicators 6 (Determining the notation voltaic cells, if the reaction at the anode and cathode produces positive Eosel) of 46.7; Indicator 7 (Specify the use of Faraday’s law I) of 50.4; and Indicator 8 (Specify the use of Faraday’s law II) of 51.1. so the order of difficulty TPRE (from easy to difficult) based on the indicators are: Indicator 3 (Specify type of reduction or oxidation reactions); Indicator 2 (Determining the oxidation state of the element in the compound charged (ion) Indicator 1 (Determining the oxidation state of the element in the compound is not charged); Indicators 8 ( specify the use of Faraday’s law II); Indicator 7 (Specify the use of Faraday’s law I); Indicators 4 (Determining the redox reaction, in the event of the reduction process (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state)); Indicators 6 (Determining the voltaic cell notation, if reaction in anode and cathode produces positive Eosel); and Indicators 5 (Balance Redox Reactions).

In this study identified as many as 20 high school students in trouble and electrochemical redox reactions, namely: (a) Indicator 1, identified two (2) difficulty in determining the oxidation number of students on the elements of uncharged compounds, namely: (1) the oxidation number of elements equal to the number oxidation of compounds, (2) does not include an index in the calculation of the oxidation states of elements, (b) indicator 2, identified 2 (two) students experienced difficulty in determining the oxidation number of elements in the charged compounds, namely: (1) considers the elements oxidation number equal to the charge ion, (2) are not included in the calculation of the oxidation state of the element index, (c) Indicator 3, identified 3 (three) students experienced difficulty in determining determine the type of reduction or oxidation reactions of the half reactions are: (1) can not determine the type of reduction or oxidation reactions, (2) can not determine the oxidation states of elements in the compound, (3) assumes that the charged compounds, the oxidation states equal to the charge; (d) Indicator 4, identified 2 (two) students’ difficulties in determining the redox reaction, in the event of process reduction (reduction oxidation state) and the oxidation process (increase in oxidation state), namely: (1) did not show an increase and decrease in oxidation that takes place simultaneously at a given reaction, (2) can not determine the oxidation state of monatomic ions, (e) Indicator 5, identified 3 (three) to equalize the difficulty of students in the redox reaction is: (1) is unable to determine the conditions of how the H, O, or H2O is added, (2) does not equate to the amount of the charge, (3) does not equate to the number of electrons received by the number of electrons is released; (f) Indicator 6, identified three (3) difficulty in determining students’ voltaic cell notation, if the reaction at the anode and cathode produces positive Eosel, namely: (1) can not demonstrate that the reaction takes place at the anode and cathode to see prices Eo, (2) can not determine the price E0sel, (3) can not determine the order in the cell diagram, (g) Indicator 7, identified two (2) difficulty in determining student I use Faraday’s law, namely: (1) can not determine the changes oxidation, (2) can not determine the valence (e), (h) Indicator 8, identified three (3) difficulty in determining the use of law students Faraday II, namely: (1) can not determine the reactions that take place at the electrodes, (2) can not determine the changes in oxidation state (PBO) or valence (e), (3) can not calculate the weight of sludge produced in the experiment

By esdipangganti Posted in POSTING

Ikatan Ion

Ikatan ion (atau ikatan elektrokovalen) adalah jenis ikatan kimia yang dapat terbentuk antara ion-ion logam dengan non-logam (atau ion poliatomik seperti amonium) melalui gaya tarik-menarik elektrostatik. Dengan kata lain, ikatan ion terbentuk dari gaya tarik-menarik antara dua ion yang berbeda muatan.

Misalnya pada garam meja (natrium klorida). Ketika natrium (Na) dan klor (Cl) bergabung, atom-atom natrium kehilangan elektron, membentuk kation (Na+), sedangkan atom-atom klor menerima elektron untuk membentuk anion (Cl-). Ion-ion ini kemudian saling tarik-menarik dalam rasio 1:1 untuk membentuk natrium klorida.

Na + Cl → Na+ + Cl- → NaCl

Prakarya dan Kewirausahaan

Tulisan ini merupakan pengalaman Penulis blog ini sebagai pengampu mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan di SMA Negeri 4 Muara Teweh, dimana Pembelajaran prakarya di SMA Negeri 4 Muara Teweh dirancang berbasis aktivitas terkait dengan sejumlah ranah karya nyata, yaitu karya kerajinan, karya teknologi, karya pengolahan, dan karya budidaya dengan contoh-contoh karya konkret berasal dari tema-tema karya populer yang sesuai untuk peserta didik Kelas X. Sebagai mata pelajaran yang mengandung unsur muatan lokal, tambahan materi yang digali dari kearifan lokal di Kabupaten Barito Utara yang relevan sangat diharapkan untuk ditambahkan sebagai pengayaan.

Penulis sedang Memberikan Arahan untuk Membuat Prakarya berupa Kipas Hias dari bambu

Penulis sedang Memberikan Arahan untuk Membuat Prakarya berupa Kipas Hias dari bambu

Kerajinan atau dalam bahasa Inggris kita kenal dengan handicraft, dapat dipahami

sebagai produk yang menuntut keterampilan tangan. Produk kerajinan adalah produk yang dihasilkan melalui keterampilan tangan dan keterampilan berpikir dalam mengolah suatu bahan atau material sehingga menghasilkan estetika atau keindahan sekaligus fungsi tertentu. Produk kerajinan memiliki nilai yang tinggi karena menuntut kemampuan berkarya menggunakan keterampilan tangan, baik tanpa menggunakan alat bantu maupun dengan menggunakan alat bantu sederhana.

Prakarya kerajinan akan mengajak kita mengenali karakter material dan teknik pengolahannya untuk menghasilkan estetika atau keindahan. Pemahaman tentang seluk beluk suatu kerajinan akan membuat kita dapat mengapresiasi dan menghargainya. Pada kerajinan, keterampilan tangan harus disertai dengan ketelitian, kesungguhan, dan kesabaran dalam melakukan prosedur atau tahap-tahap pengerjaan produk agar dapat dihasilkan produk yang baik dan berkualitas. Kerajinan pada prosesnya melibatkan sekumpulan orang yang bekerja bersama dengan penuh toleransi, dan semangat kebersamaan. Kerajinan umumnya dihasilkan dari material yang khas dari daerah tersebut.

Pengembangan kerajinan dapat didukung oleh penciptaan alat bantu sederhana yang baru, sistem kerja yang tepat yang mendukung kelestarian lingkungan, kemasan yang baik serta informasi yang lengkap tentang produk kerajinan tersebut. Sehingga kerajinan diapresiasi dengan lebih baik lagi oleh masyarakat luas. Kerajinan yang berkualitas, mengangkat kekhasan daerah, dan dilakukan oleh masyarakatnya memiliki nilai jual yang tinggi, dan dapat dimanfaatkan untuk lingkungan dan kesejahteraan bersama.

MEMBUAT KERAJINAN TEKSTIL

Produk kerajinan umumnya memanfaatkan bahan baku yang tersedia dan dihasilkan melalui keterampilan tangan dengan alat bantu sederhana serta diproduksi dalam jumlah yang terbatas. Oleh sebab itu karya kerajinan biasanya mempunyai ciri khas dari daerah yang membuatnya, demikian pula dengan produk kerajinan tekstil. Keragaman bahan baku dan keterampilan daerah di Indonesia menghasilkan keragaman produk kerajinan tekstil Indonesia. Produk kerajinan tekstil merupakan salah satu sumber budaya bangsa Indonesia yang dapat menjaga dan melestarikan keberadaan budaya setempat dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan penggunanya. Untuk dapat mengembangkan tekstil tradisional Indonesia, kita harus mengenalnya lebih dalam.

Proses pembuatan kerajinan tekstil terdiri atas beberapa tahapan. Pertama, proses serat atau benang menjadi kain, lalu kain menjadi kerajinan tekstil, seperti busana, tas, sarung bantal dan lain-lain, serta pewarnaan dan pemasangan aksesori untuk suatu fungsi tertentu atau menambah nilai estetis atau keindahan pada produk kerajinan tekstil yang dibuat.

Produk kerajinan tekstil sangat beragam. Namun, secara umum, pembentukan kerajinan tekstil dilakukan dengan memotong dan menyambung bahan. Pemotongan diawali dengan penggambaran pola sesuai dengan bentuk dan ukuran produk kerajinan tekstil yang dirancang. Pemotongan dilakukan dengan menggunakan gunting khusus kain, untuk kemudahan pemotongan dan menghasilkan potongan yang rapi. Ingatlah selalu untuk memotong bahan sedikit lebih besar daripada pola, untuk memberikan ruang penyambungan. Penyambungan bahan dapat dilakukan dengan teknik jahit, manual, teknik jahit dengan menggunakan mesin jahit, dan penggunaan lem. Teknik penempelan dengan lem hanya digunakan untuk kebutuhan tertentu saja, misalnya penempelan aksesori dengan syarat kain atau bahan tekstil cukup tebal atau rapat dan lem cukup kental sehingga lem tidak menembus kain.

BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT

Salah satu Putra terbaik dari Kabupaten Barito Utara ini berhasil meraih predikat sebagai Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 dan akan mengikuti seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional yang akan di laksanakan pada Bulan Nopember 2015 di Jakarta.
Kecintaannya terhadap profesi guru ini menghantarkannya menjadi guru idola dengan berbagai ragam karya. Bagaimana kiprahnya? Berikut sedikit catatannya.

JUARA I.

Esdi Pangganti (memegang piala) bersama Tim Kabupaten Barito Utara pada Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 di Hotel Aquarius Palangka Raya

PRIA yang akrab dipanggil Esdi ini tampak ramah dengan sejumlah media massa ketika dijumpai setelah memenangkan lomba Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Hotel Aquarius Palangka Raya pada tanggal 7 s.d 10 Juli 2015. Pria yang telah menjadi guru semenjak lulus dari Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya tahun 2001 ini telah cukup banyak berkarya dan berperan dalam kegiatan kependidikan terutama di Kabupaten Barito Utara. Dibincangi oleh media sesaat sesudah menerima predikat sebagai guru SMA berprestasi atau yang dulunya dikenal sebagai Guru Teladan.
Esdi menyampaikan harapan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh guru sebaiknya didokumentasikan dengan baik, teratur dan konsisten sebagaimana yang telah dilakukannya. Hal ini sesungguhnya menunjukkan salah satu kompetensi yang dipunyai oleh seorang guru yaitu kompetensi profesional selain pedagogik, kepribadian dan sosial. Selanjutnya menurut ayah dua orang anak ini -Olla dan Holly- komponen yang tidak kalah penting adalah kepribadian, “sebagai seorang guru janganlah kita berpenampilan apa adanya, saat berangkat ke sekolah terlihat seperti orang baru bangun tidur, rambut dan pakaian acak-acakan, bersikap dan bertutur kata yang kurang bagus namun sebaliknya harusnya seorang guru harus menjaga penampilan, layaknya seorang idola, maka keberadaan atau kehadiran guru di sekolah harus menjadi solution man atau pembawa solusi bagi warga sekolah terutama untuk setiap kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik” tuturnya dengan bersemangat.
Suami dari Hesti Lawinisari -guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri – 2 Muara Teweh- ini juga telah banyak membantu kegiatan pembelajaran dibeberapa sekolah baik dalam wilayah Kabupaten Barito Utara, maupun sampai ke daerah-daerah lainnya di DAS Barito, Provinsi Kalimantan Tengah seperti Murung Raya, Barito Timur, dan Barito Selatan. Pria yang cukup menguasai ICT ini sering dijadikan narasumber atau fasilitator kegiatan-kegiatan In House Training (IHT), beberapa karya yang telah cukup populer dilakukan antara lain pengembangan program penilaian dan LHBPD berbantuan komputer, termasuk pengadaan media pembelajaran pembangkit motivasi belajar siswa –edutainment program- yang berhasil membawanya menjadi Juara I, guru berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015.
Esdi juga menyapaikan, kurangnya penghargaan terhadap prestasi maupun karya seorang guru menjadi salah satu keengganan guru untuk berkompetisi, lembaga-lembaga resmi pemantau pendidikan tidak punya video cara terbaik guru-guru dalam mengajar, termasuk dorongan pemerintah bagi guru yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya jika guru di sekolahkan, maka orientasi pendidikan akan berubah pada 5-10 tahun setelah yang bersangkutan lulus. Orang tua harusnya lebih takut anaknya tidak bisa budaya antri daripada tidak lulus dalam ujian nasional atau bisa menulis dan membaca pada pendidikan setingkat PAUD, karena budaya antri mengajarkan banyak hal yang bisa dengan sendirinya muncul dri kepribadian seorang anak tersebut. Pendidikan kita sekarang cenderung konvensional, tetap lebih dominan menekankan aspek kognitif walau sudah berkali-kali mengalami perubahan konsep kurikulum.
Pria yang menjadi wakil kepala sekolah urusan Humas di SMA Negeri – 2 Muara Teweh, setelah sekian lama sejak tahun 2004 berkecimpung dalam urusan Kurikulum mempunyai motto “berkarya selagi bisa” ini berharap bahwa stakeholder dapat berperan membantu sekolah dalam menciptakan guru-guru yang berprestasi, sebab apapun dapat dilakukan kalau guru tersebut berprestasi. Esdi mengibaratkan “BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT”, walaupun bibitnya tidak unggul tetapi petaninya hebat maka akan menghasilkan swasembada, sebaliknya biarpun bibitnya unggul namun petaninya tidak hebat, kurang inovasi, malas, dsb. maka hasilnya tidak akan maksimal.
Menurut Hery Jhon Setiawan, M.Pd selaku kepala SMAN-2 Muara Teweh tempatnya bertugas selama 13 tahun lebih ini, pria berkacamata minus ini telah banyak melakukan inovasi dalam bidang penilaian pembelajaran seperti mengembangkan rubrik penilaian berbasis komputer sehingga guru-guru di SMAN-2 Muara Teweh termotivasi untuk melakukan dokumentasi penilaian dengan benar dan baik. Hal ini dibuktikan dengan tersediannya berbagai literasi media yang telah dimanfaatkan pihak sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua atau stakeholder yang berkepentingan. ”Pihak sekolah mengapresiasi pak Esdi sebagai Guru berprestasi dan merasa bersyukur karena pak Esdi memang telah banyak melakukan inovasi-inovasi dalam bidang penilaian pendidikan sehingga sekolah terbantu dengan apa yang telah beliau lakukan. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa sumberdaya yang dimiliki sekolah perlu diperhitungkan, sayang jika beliau tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait, guna mengajarkan atau mendesiminasikan pengetahuannya dibidang ICT dalam pembelajaran dan penilaian, apalagi dalam waktu dekat ini SMAN-2 Muara Teweh akan melaksanakan UNBK atau CBT pada tahun pelajaran 2015/2016 ini” pungkas hery jhon
Mengakhiri bincang-bincang dengan Kalteng Post, Esdi menyampaikan pesan bagi seluruh Guru di Kalimantan Tengah agar dapat membuat budaya prestasi yang tidak hanya menjadi kebanggan diri sendiri tetapi juga daerah, bangsa dan negara. “Semua guru sebaiknya membuat budaya prestasi, dan jangan lupa didokumentasikan, baik secara tertulis maupun foto. Karena itu guru wajib punya laptop, kamera, HP Android/Tablet yang dapat terkoneksikan dengan internet, serta hal-hal lain yang dapat membuat seorang guru menjadi tokoh idola dalam pembelajarannya” cetus Esdi yang sedang mempersipkan diri mengikuti Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional pada bulan Nopember 2015 di Jakarta seraya meminta doa dan restu seluruh guru serta masyarakat di Kaliantan Tengah pada umumnya maupun Kabupaten Barito Utara pada khususnya. 

EDUTAINMENT PROGRAM (EP)

Model Pembelajaran Pembangkit Motivasi Belajar Siswa

Model Pembelajaran Pembangkit Motivasi Belajar Siswa

Dalam proses belajar mengajar yang konvensional tradisional, penggunaan sumber pengajaran masih terbatas pada informasi yang diberikan oleh guru ditambah sedikit dari buku. Sedangkan sumber belajar lain yang dapat merangsang minat belajar siswa kurang mendapat perhatian, padahal sumber belajar banyak terdapat dimana-mana baik di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.
Untuk memperoleh hasil belajar yang maksimal, selain memperhatikan isi materi yang diajarkan, sumber belajar dan media pengajaran atau media instruksional juga akan mewarnai hasil belajar. Media pengajaran adalah suatu yang berisi pesan atau tujuan pengajaran. Pesan pengajaran tersebut disampaikan kepada siswa dapat dalam bentuk gambar, film, poster, audio tape dan sebagainya.
Berdasarkan pendapat-pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah bahan, alat, metode maupun teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi komunikasi edukatif antara guru dan anak didik dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya guna. Satu hal yang harus diingat adalah bahwa informasi yang harus disampaikan melalui media dalam bentuk isi maupun materi pengajaran tersebut harus dapat diterima oleh peserta didik.
a. Konsep Edutainment
Dalam melaksanakan pembelajaran maka guru haruslah memperhatikan isi materi yang diajarkan, sumber belajar dan media pengajaran atau media instruksional Media pembelajaran dapat berbentuk alat peraga, gambar, film, poster, audio tape, program berbantuan komputer, dan sebagainya.
Pada kegiatan belajar mengajar, tidak setiap pembelajaran dalam setiap situasi memerlukan penggunaan alat peraga berupa benda konkrit. Demikian juga penggunaan alat peraga tidak selalu diperlukan alat-alat yang seragam. Ada metode pembelajaran yang tidak menggunakan alat-alat pengajaran lebih dari bahasa lisan, alat tulis dan papan tulis, misalnya pada metode ceramah. Akan tetapi banyak pula kegiatan mengajar sekarang ini yang memerlukan kecakapan guru dalam mengembangkan dan menggunakan alat peraga.
Edutainment berasal dari kata Education dan Entertaint adalah Pembelajaran yang menyajikan gambar dan teks secara virtual berbantuan komputer layaknya siswa menyaksikan pemutaran film, namun disini akan dibuatkan interaksi sehingga siswa merasa dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran sampai mampu menggambarkan hal-hal yang abstrak. Hal ini dapat dimaknai sebagai pembelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk terlibat dan menikmati proses pembelajaran dengan rileks, menyenangkan, bebas dari tekanan, baik fisik maupun psikis.

Untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran maka dapat dibuat alatperaga atau alat bantu belajar berbantuan komputer. Salah satu aplikasi yang cocok dengan adalah Macromedia Flash. Macromedia Flash adalah software yang banyak dipakai oleh desainer web karena mempunyai kemampuan yang lebih unggul dalam menampilkan multimedia, gabungan antara grafis, animasi, suara, serta interaktifitas user. Macromedia Flash merupakan sebuah program aplikasi standar authoring tool profesional yang digunakan untuk membuat animasi vektor dan bitmap yang sangat menakjubkan untuk membuat suatu situs web yang interaktif, menarik dan dinamis. Software ini berbasis animasi vektor yang dapat digunakan untuk menghasilkan animasi web, presentasi, game, film, maupun CD interaktif, CD pembelajaran. Interaksi user dalam movie flash menggunakan Actionscript. Actionscript adalah suatu bahasa pemrograman yang berorientasi objek yang dipakai dalam Macromedia Flash, baik Flash 8 maupun Flash versi sebelumnya.
Macromedia Flash 8 menyediakan fasilitas-fasilitas yang lebih banyak dan menarik yang akan membantu, mempermudah user dalam mempelajari atau menggunakan software ini dibandingkan dengan Flash versi sebelumnya. Animasi-animasi dapat dibuat dengan lebih sederhana, cepat dan lebih menarik menggunakan Flash. Dalam upaya membuat aplikasi pembelajaran berbantuan komputer berbasis Macromedia Flash, maka penulis membuat sebuah program presentasi yang selanjutnya disebut EDUTAINMENT PROGRAM.
Edutainment adalah Pembelajaran yang menyajikan gambar dan teks secara virtual berbantuan komputer layaknya siswa menyaksikan pemutaran film, namun disini akan dibuatkan interaksi sehingga siswa merasa dilibatkan dalam kegiatan pembelajaran sampai mampu menggambarkan hal-hal yang abstrak. Dalam macromedia Flash dipergunakan layer dan scene secara bertumpuk untuk membentuk tampilan sedemikian rupa hingga menyerupai film (movie). Penulis juga menyertakan suara untuk memperjelas tulisan dan meningkatkan ingatan siswa pada saat belajar. Untuk mengintegrasi nilai-nilai budaya Kalimantan Tengah, maka penulis memasukkan Seni Musik Karungut sebagai Musik Pengantar pada tampilan antar muka Edutainment Program yang dapat di mute/on (mati/hidupkan).

BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT

Salah satu Putra terbaik dari Kabupaten Barito Utara ini berhasil meraih predikat sebagai Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 dan akan mengikuti seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional yang akan di laksanakan pada Bulan Nopember 2015 di Jakarta.
Kecintaannya terhadap profesi guru ini menghantarkannya menjadi guru idola dengan berbagai ragam karya. Bagaimana kiprahnya? Berikut sedikit catatannya.

JUARA I.

Esdi Pangganti (memegang piala) bersama Tim Kabupaten Barito Utara pada Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015 di Hotel Aquarius Palangka Raya

PRIA yang akrab dipanggil Esdi ini tampak ramah dengan sejumlah media massa ketika dijumpai setelah memenangkan lomba Guru SMA Berprestasi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Hotel Aquarius Palangka Raya pada tanggal 7 s.d 10 Juli 2015. Pria yang telah menjadi guru semenjak lulus dari Jurusan Pendidikan Kimia Universitas Palangka Raya tahun 2001 ini telah cukup banyak berkarya dan berperan dalam kegiatan kependidikan terutama di Kabupaten Barito Utara. Dibincangi oleh media sesaat sesudah menerima predikat sebagai guru SMA berprestasi atau yang dulunya dikenal sebagai Guru Teladan.
Esdi menyampaikan harapan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh guru sebaiknya didokumentasikan dengan baik, teratur dan konsisten sebagaimana yang telah dilakukannya. Hal ini sesungguhnya menunjukkan salah satu kompetensi yang dipunyai oleh seorang guru yaitu kompetensi profesional selain pedagogik, kepribadian dan sosial. Selanjutnya menurut ayah dua orang anak ini -Olla dan Holly- komponen yang tidak kalah penting adalah kepribadian, “sebagai seorang guru janganlah kita berpenampilan apa adanya, saat berangkat ke sekolah terlihat seperti orang baru bangun tidur, rambut dan pakaian acak-acakan, bersikap dan bertutur kata yang kurang bagus namun sebaliknya harusnya seorang guru harus menjaga penampilan, layaknya seorang idola, maka keberadaan atau kehadiran guru di sekolah harus menjadi solution man atau pembawa solusi bagi warga sekolah terutama untuk setiap kesulitan belajar yang dialami oleh peserta didik” tuturnya dengan bersemangat.
Suami dari Hesti Lawinisari -guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri – 2 Muara Teweh- ini juga telah banyak membantu kegiatan pembelajaran dibeberapa sekolah baik dalam wilayah Kabupaten Barito Utara, maupun sampai ke daerah-daerah lainnya di DAS Barito, Provinsi Kalimantan Tengah seperti Murung Raya, Barito Timur, dan Barito Selatan. Pria yang cukup menguasai ICT ini sering dijadikan narasumber atau fasilitator kegiatan-kegiatan In House Training (IHT), beberapa karya yang telah cukup populer dilakukan antara lain pengembangan program penilaian dan LHBPD berbantuan komputer, termasuk pengadaan media pembelajaran pembangkit motivasi belajar siswa –edutainment program- yang berhasil membawanya menjadi Juara I, guru berprestasi tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2015.
Esdi juga menyapaikan, kurangnya penghargaan terhadap prestasi maupun karya seorang guru menjadi salah satu keengganan guru untuk berkompetisi, lembaga-lembaga resmi pemantau pendidikan tidak punya video cara terbaik guru-guru dalam mengajar, termasuk dorongan pemerintah bagi guru yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Menurutnya jika guru di sekolahkan, maka orientasi pendidikan akan berubah pada 5-10 tahun setelah yang bersangkutan lulus. Orang tua harusnya lebih takut anaknya tidak bisa budaya antri daripada tidak lulus dalam ujian nasional atau bisa menulis dan membaca pada pendidikan setingkat PAUD, karena budaya antri mengajarkan banyak hal yang bisa dengan sendirinya muncul dri kepribadian seorang anak tersebut. Pendidikan kita sekarang cenderung konvensional, tetap lebih dominan menekankan aspek kognitif walau sudah berkali-kali mengalami perubahan konsep kurikulum.
Pria yang menjadi wakil kepala sekolah urusan Humas di SMA Negeri – 2 Muara Teweh, setelah sekian lama sejak tahun 2004 berkecimpung dalam urusan Kurikulum mempunyai motto “berkarya selagi bisa” ini berharap bahwa stakeholder dapat berperan membantu sekolah dalam menciptakan guru-guru yang berprestasi, sebab apapun dapat dilakukan kalau guru tersebut berprestasi. Esdi mengibaratkan “BIBIT AKAN UNGGUL JIKA PETANINYA HEBAT”, walaupun bibitnya tidak unggul tetapi petaninya hebat maka akan menghasilkan swasembada, sebaliknya biarpun bibitnya unggul namun petaninya tidak hebat, kurang inovasi, malas, dsb. maka hasilnya tidak akan maksimal.
Menurut Hery Jhon Setiawan, M.Pd selaku kepala SMAN-2 Muara Teweh tempatnya bertugas selama 13 tahun lebih ini, pria berkacamata minus ini telah banyak melakukan inovasi dalam bidang penilaian pembelajaran seperti mengembangkan rubrik penilaian berbasis komputer sehingga guru-guru di SMAN-2 Muara Teweh termotivasi untuk melakukan dokumentasi penilaian dengan benar dan baik. Hal ini dibuktikan dengan tersediannya berbagai literasi media yang telah dimanfaatkan pihak sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada orang tua atau stakeholder yang berkepentingan. ”Pihak sekolah mengapresiasi pak Esdi sebagai Guru berprestasi dan merasa bersyukur karena pak Esdi memang telah banyak melakukan inovasi-inovasi dalam bidang penilaian pendidikan sehingga sekolah terbantu dengan apa yang telah beliau lakukan. Ini juga sekaligus membuktikan bahwa sumberdaya yang dimiliki sekolah perlu diperhitungkan, sayang jika beliau tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam hal ini instansi terkait, guna mengajarkan atau mendesiminasikan pengetahuannya dibidang ICT dalam pembelajaran dan penilaian, apalagi dalam waktu dekat ini SMAN-2 Muara Teweh akan melaksanakan UNBK atau CBT pada tahun pelajaran 2015/2016 ini” pungkas hery jhon
Mengakhiri bincang-bincang dengan Kalteng Post, Esdi menyampaikan pesan bagi seluruh Guru di Kalimantan Tengah agar dapat membuat budaya prestasi yang tidak hanya menjadi kebanggan diri sendiri tetapi juga daerah, bangsa dan negara. “Semua guru sebaiknya membuat budaya prestasi, dan jangan lupa didokumentasikan, baik secara tertulis maupun foto. Karena itu guru wajib punya laptop, kamera, HP Android/Tablet yang dapat terkoneksikan dengan internet, serta hal-hal lain yang dapat membuat seorang guru menjadi tokoh idola dalam pembelajarannya” cetus Esdi yang sedang mempersipkan diri mengikuti Seleksi Guru SMA Berprestasi Tingkat Nasional pada bulan Nopember 2015 di Jakarta seraya meminta doa dan restu seluruh guru serta masyarakat di Kaliantan Tengah pada umumnya maupun Kabupaten Barito Utara pada khususnya. 

MENYETARAKAN REDOKS,….

Pokok bahasan reaksi redoks dan elektrokimia di kimia kelas 12 sering dirasa menjadi bahasan yang sulit. Sulit karena tidak memahami aturan main dalam penyetaraan reaksi redoks itu sendiri. Inti dari penyetaraan reaksi redoks sesungguhnya adalah menyamakan jumlah elektron yang dilepas dengan yang diterima.

Bagi yang sudah paham, sudah lihai, sudah hebat, sudah tidak perlu repot-repot karena sudah di kepala, jangan mencemooh yang memang kesulitan dan memerlukan tulisan ini. :) Mereka yang kesulitan mungkin karena kurang rajin, tidak maksimal usahanya dalam belajar, kurang berlatih, belum mau mencoba dan mencoba terus. Ayolah yakin semua pasti bisa kok.

Untuk metode setengah reaksi, beberapa buku punya cara atau langkah yang berbeda. Jangan sampai fanatik dengan sebuah prosedur saja, harus fleksibel. Di blog ini saya lebih menyarankan untuk menyetarakan reaksi redoks seperti pada tulisan ini.

Terlepas dengan cara-cara penyetaraan yang halal :) , banyak sekali soal-soal penyetaraan reaksi redoks yang ada di sma sudah ada jawaban, bahkan penyelesaiannya langkah demi langkah. MANFAATKAN INTERNET, dan GOOGLING. Cukup tulisan reaksi redoks yang akan disetarakan di kotak search google dan lihatlah, banyak sekali yang sudah membahasnya.

Saran saya ini sekedar untuk mengetahui hasil akhir dari persamaan redoks, bagaimana langkah demi langkahnya lakukan sendiri. Dengan begitu kita bisa semakin lincah, cekatan dalam mendapatkan solusi jitu, apalagi kalau sekedar menjawab soal reaksi redoks dengan model soal pilihan berganda. Saran saya juga kalau tidak mendapatkan jawaban silahkan manfaatkan aplikasi kecil di situs Webqc.org seperti yang saya pernah tulis sedikit di sini atau dengan yang di sini.

Atau kalau putus asa tidak mendapatkan penyelesaian, manfaatkan answer.yahoo.com. Cukup ketikkan “How to balance this redox reaction:” ditambah persamaan reaksi redoks yang hendak disetarakan. Sambil berdoa mengharap ada yang memberi jawaban atau solusi.

Referensi:

http://urip.wordpress.com (Ijin Copas)

 

 

Cara Menentukan: Notasi Sel Volta

Perhatikan data sel volta berikut:

Diketahui :

Ag+(aq) + e –> Ag(s)         Eo = +0,80 V

Zn2+(aq) + 2e –> Zn(s)     Eo = -0,76

1. Pada gambar di atas, reaksi yang berlangsung di anode adalah ….

a.     Ag+(aq) + e –> Ag(s)

b.    Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e

c.     Ag(s) –> Ag+(s) + e

d.     Zn2+(aq) + e –> Zn(s)

Alasan Menjawab :

i)       Ag mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Zn

ii)     Zn mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Ag

iii)    Zn mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Ag

2. Pada gambar di atas, reaksi yang berlangsung di katode adalah ….

a.    Ag+(aq) + e –> Ag(s)

b.     Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e

c.     Ag(s) –> Ag+(s) + e

d.     Zn2+(aq) + e à Zn(s)

Alasan Menjawab :

i)       Ag mempunyai harga Eo lebih kecil dari Eo Zn

ii)      Zn mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Ag

iii)   Ag mempunyai harga Eo lebih besar dari Eo Zn

3. Diagram Sel yang tepat pada proses sel volta tersebut adalah ….

a.     Zn(s) | Zn+(aq) || 2Ag(s) | 2Ag+(aq)

b.    Zn(s) | Zn2+(aq) ||2Ag+(aq) | 2Ag(s)

c.     Zn2+(aq) | Zn(s) || 2Ag2+(aq) | 2Ag(s)

d.     2Ag2+(aq) | 2Ag(s) || Zn2+(aq) | Zn(s)

e.     2Ag(s)| Zn2+(aq) || 2Ag2+(aq) | Zn(s)

Alasan Menjawab :

i)       Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi   oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.

Notasi sel dituliskan : anode | ion || ion | katode

ii)      Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.

Notasi sel dituliskan : anode | ion || katode| ion

iii)    Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.

Notasi sel dituliskan : ion| anode || ion | katode

iv)    Harga Eosel positif, yaitu +2,36 V dengan persamaan reaksi reduksi oksidasi: Zn + 2Ag+ à Zn2+ + 2Ag.

Notasi sel dituliskan : ion| anode || katode| ion

PEMBAHASAN

1, 2.     Jawaban butir soal nomor 1, dan 2 diselesaikan dengan melihat perbandingan harga E0sel. Jika harga E0sel lebih kecil maka reaksi berlangsung di anode (kutub negatif), sebaliknya jika harga E0sel lebih besar maka reaksi berlangsung di katode (kutub positif). Reaksi yang berlangsung pada anode adalah reaksi oksidasi, dan reaksi yang berlangsung pada katode adalah reaksi reduksi. Berdasarkan teori penerimaan dan pelepasan elektron, maka cara penulisan reaksi yang berlangsung di anode (kutub negatif) yaitu: unsur –> ion + elektron, sedangkan di katode (kutub positif) yaitu: ion + elektron –> unsur.

Berdasarkan gambar dan keterangan tentang sel volta yang diberikan di bawah ini:

 

Ag+(aq) + e –> Ag(s)      Eo = +0,80 V

Zn2+(aq) + 2e –> Zn(s)     Eo = -0,76 V

Maka reaksi yang berlangsung di anode dan katode ditentukan dengan cara sebagai berikut:

Karena reaksi  Zn2+(aq) + 2e –> Zn(s) menghasilkan Eosel negatif yaitu -0,76 V maka reaksi ini berlangsung di anode sehingga reaksinya menjadi Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e sedangkan reaksi Ag+(aq) + e –> Ag(s) denganEoselpositif yaitu +0,80 V berlangsung di katode.        

3.      Jawaban butir soal nomor 13 diselesaikan dengan cara menuliskan notasi/diagram sel dengan urutan sebagai berikut:anode|ion || ion|katode”. Pada reaksi sel yang menghasilkan Eosel positif.

Ag+(aq) + e –> Ag(s)                   Eo = +0,80 V             x 2    à katode

Zn(s) –> Zn2+(aq) + 2e                Eo = +0,76 V             x 1    à anode

__________________________________

2Ag+(aq) + 2e–> 2Ag(s)           Eo = +1,60 V          –> katode

Zn(s) –>Zn2+(aq) + 2e                Eo = + 0,76 V         –> anode

__________________________________ +

Zn + 2Ag+ –> Zn2+ + 2Ag     Eo = + 2,36 V

Sehingga urutan penulisan diagram sel adalah sebagai berikut:

Zn | Zn2+ || 2Ag+|2Ag