TATA NAMA SENYAWA BINER

4 05 2011

1.         RUMUS KIMIA

Rumus kimia merupakan kumpulan lambang atom dengan aturan tertentu. Misalnya, rumus air adalah H2O dan garam dapur (natrium klorida) adalah NaCl. Jumlah tiap atom pada rumus kimia ditulis sebagai angka indeks. Pada rumus kimia air (H2O), angka indeks H adalah 2 dan angka indeks O adalah 1 (angka indeks I tidak perlu ditulis). Adapun pada rumus kimia garam dapur (NaCI), angka indeks kedua atom adalah 1 sehingga tidak perlu ditulis. Rumus kimia suatu zat adalah khas. Kekhasan itu ditentukan oleh daya ikat dan bilangan oksidasi yang dimiliki suatu atom.

  1. a.        Daya Ikat Atom

Daya ikat atom adalah kemampuan suatu atom untuk mengikat atom lain sehingga membentuk suatu molekul. Daya ikat atom juga disebut valensi. Tiap atom mempunyai daya ikat tertentu.

Untuk memahami daya ikat atom, perhatikan senyawa HCI, H2O, NH3, SO2, SO3, dan CH. Ternyata, Cl mengikat 1 atom H, O mengikat 2 atom H, N mengikat 3 atom H, S mengikat 2 atau 3 atom O, dan C mengikat 4 atom H. Karena mempunyai daya ikat paling kecil, atom H dijadikan pembanding dan ditetapkan memiliki valensi 1. Oleh karena itu, valensi atom CI adalah 1, valensi atom O adalah 2, valensi atom N adalah 3, valensi atom S adalah 4 atau 6, dan valensi atom C adalah 4.

b.        Tata Nama Senyawa Biner

Senyawa biner adalah kimia yang hanya terbentuk dari dua unsur. Unsur yang terbentuk tersebut dapat terdiri atas unsur logam dan bukan logam atau keduanya terdiri atas unsur bukan loga

Jika senyawa biner terdiri atas unsur logam dan bukan logam, aturan penamaan senyawanya sebagai berikut.

Nama unsur logam disebutkan lebih dahulu, kemudian diikuti nama unsur bukan logam yang diakhiri dengan akhiran –ida.

Contoh :

NaCl = Natrium klorida         MgBr2=Magnesium bromida

Na adalah unsur logam       Mg adalah unsur logam

Cl adalah unsur non logam         Br adalah unsur non logam

Senyawa ionik walaupun tersusun atas ion positif dan negatif, tetapi secara keseluruhan bersifat netral, sehingga muatan totalnya adalah nol. Ini berarti satu Na+ akan bergabung dengan satu Cl dalam NaCl dan satu Mg2+ bergabung dengan dua Br dalam MgBr2 demikian seterusnya. Berikut ini contoh pemberian nama dan simbol senyawa sederhana :

SENYAWA

NAMA SENYAWA

SENYAWA

NAMA SENYAWA

Li2O Litium oksida CaO Kalsium oksida
NaBr Natrium bromida SrO Stronsium oksida
KCl Kalium klorida BaCl2 Barium klorida
Rb2O Rubidium oksida Al2O3 Aluminium oksida
CsI Cesium iodida ZnO Seng oksida
MgCl Magnesium klorida AgCl Perak klorida
  1. 2.         Jika senyawa biner terdiri atas unsur bukan logam dan bukan logam, aturan penamaan senyawanya sebagai berikut.

Nama unsur bukan logam yang kelelektronegatifannya lebih rendah disebutkan lebih dahulu, kemudian diikuti nama unsur bukan logam yang lain dan diakhiri dengan akhiran –ida. Senyawa yang terbentuk antara unsur bukan logam dan bukan logam merupakan senyawa yang berikatan kovalen. Jumlah atom yang dimiliki oleh senyawa biner disebutkan dengan cara memberi awalan bahasa Latin sebagai berikut :

1     =     mono           6     =   heksa

2     =     di                  7     =   hepta

3     =     tri                  8     =   okta

4     =     tetra              9     =   nona

5     =     penta           10   =   deka

Awalan bahasa Latin mono tidak diletakkan pada nama unsur non logam yang pertama melainkan pada unsur nonlogam kedua. Awalan bahasa latin dari nama logam pertama disebutkan mulai dari yang berjumlah 2, dst. Contoh :

N2O         =     dinitrogen monoksida

NO           =     nitrogen monoksida

N2O3        =     dinitrogen trioksida

NO2         =     nitrogen dioksida

N2O5        =     dinitrogen pentaoksida

CCl4        =     karbon tetraklorida

CO           =     karbon monoksida

CO2         =     karbon dioksida

Unsur-unsur logam dengan bilangan oksidasi lebih dari satu jenis, maka bilangan oksidasinya ditulis dengan angka romawi

Sebelumnya harus dipahami pengertian dan cara menentukan bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi menyatakan jumlah elektron yang terlibat pembentukan ikatan.

Jika melepaskan elektron, suatu atom memiIiki bilangan oksidasi positif. Sebaliknya, jika menangkap elektron, suatu atom memiliki bilangan oksidasi negatif. Pengertian bilangan oksidasi seperti itu berlaku untuk molekul ionik. Jika demikian, bagaimana bilangan oksidasi untuk molekul kovalen?

Molekul kovalen dibedakan atas molekul kovalen polar dan nonpolar. Untuk molekul kovalen polar, atom yang lebih elektronegatif dianggap bermuatan negatif dan molekul yang lain dianggap bermuatan positif. Adapun untuk molekul kovalen nonpolar, bilangan oksidasinya sama dengan nol.

Aturan bilangan oksidasi (biloks) adalah sebagai berikut :

  1. Bilangan oksidasi unsur bebas (monoatomik, diatomik, atau poliatomik) sama dengan 0 (nol). Misalnya : bilangan oksidasi Na, Mg, Fe, O, Cl2, H2, P4 dan S8 = 0
  2. Bilangan oksidasi unsur H dalam senyawa = +1, kecuali pada senyawa hidrida =  –1 (misalnya : NaH)
  3. Bilangan oksidasi unsur O dalam senywa = –2, kecuali pada senyawa peroksida = –1  (misalnya : Na2O2, H2O2, BaO2), dan pada senyawa oksifluorida (OF2) = +2
  4. Bilangan oksidasi unsur logam dalam senyawa selalu positif dan nilainya sama dengan valensi logam tersebut. ( Misalnya : Biloks logam gol.IA= +1, gol.IIA=+2, gol.IIIA=+3)
  5. Bilangan oksidasi unsur golongan VIIA dalam senyawa = –1
  6. Bilangan oksidasi unsur dalam bentuk ion tunggal sama dengan muatannya. (Misalnya Biloks Na pada Na+= +1, Cl pada Cl=–1, Mg pada Mg2+=+2)
  7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu senyawa sama dengan 0 (nol), Misalnya :

Biloks S pada H2SO4 ditentukan dengan cara :

H2SO4     =     0

( 2 x biloks H) + S + (4 x biloks O)     =     0

( 2 X 1) + S + (4 X (-2) )     =     0

2 + S – 8     =     0

S     =     8 – 2

S     =     +6

  1. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam suatu ion poliatom sama dengan muatannya.

Misalnya :

Biloks Cr pada Cr2O72-

Cr2O72-     =   –2

Cr2 + ( 7 x biloks O )     =   –2

Cr2 + ( 7 x (-2) )     =   –2

Cr2 – 14     =   –2

Cr2     =   14 – 2

Cr     =   12 / 2

Cr     =   +6

Contoh 1.

Senyawa CrO diberi nama dengan aturan sebagai berikut :

  1. Mencari biloks Cr pada CrO, dengan cara :

CrO  =     0

Cr + (1 x biloks O)  =     0

Cr + ( 1 x (-2))  =     0

Cr + (-2)  =     0

Cr – 2  =     0

Cr  =     2

Maka biloks Cr pada CrO  =     2

  1. Biloks Cr ditulis dengan angka Romawi setelah nama logam dalam bahasa Indonesia, dilanjutkan nama nonlogam dan diakhiri dengan akhiran –ida. Sehingga nama senyawa CrO adalah Kromium (II) oksida

Contoh 2.

Senyawa FeF3 diberi nama dengan aturan sebagai berikut :

  1. Mencari biloks Fe pada FeF3, dengan cara :

FeF3  =     0

Fe + (3 x biloks F)  =     0

Fe + ( 3 x (-1))  =     0

Fe + (-3)  =     0

Fe – 3  =     0

Fe  =     3

Maka biloks Fe pada FeF3  =     3

  1. Biloks Fe ditulis dengan angka Romawi setelah nama logam dalam bahasa Indonesia, dilanjutkan nama nonlogam dan diakhiri dengan akhiran –ida. Sehingga nama senyawa FeF3 adalah Besi (III) florida

TUGAS/DISKUSI

Tentukan nama dari senyawa CoCl2, Co2O3, PbO2

Iklan

Aksi

Information

33 responses

8 02 2015
Gabrielle

terima kasih ya aku jadi ngerti nih

8 02 2015
Gabrielle

maksudnya nih bagi yang kurang jelas :
kalau senyawanya ion, maka penamaannya berdasarkan hitungan biloksnya . contoh :
NaCl : biloks dari Na adalah +1 dan biloks Cl -1 sehingga biloks mereka pas 0 sehingga namanya natrium klorida
Na2S : biloks dari Na +1 namun karena ada 2 jadi +2 dan biloks S -2 jadi pas 0 sehingga namanya natrium sulfida
(ingat senyawa ion tidak pernah ada awalan kecuali romawi)

sedangkan untuk senyawa kovalen tentu ada awalannya tapi tak semua. contoh :
P2O5 : difosfor pentaoksida

12 12 2014
Candra

Terimakasih ya bro, jadi ngerti sekarang

10 08 2014
syara

thanks yea. jd lbh mengrti nh skrang

1 04 2014
Liaa Lee

berguna sih tapi masih kurang lengkap 🙂

31 12 2013
ABC

pa yg bilangan oksidasi biloks nya engga ngerti tolong perjelas lagi ya pa,di tunggu balasannya

28 11 2013
DONI

MAKASIH BANYAK YA,\

30 10 2013
agus

ok
shiiiipppp

4 04 2013
parluasan

cool

27 11 2012
Cii Ndy Clalu

mengerti rumusnya tinggal pelajari thank you y

13 11 2012
fuanny

sangat bermanfaat

9 11 2012
Aulia ginting

saran saya, contoh nya diperbanyak lagi,, dan makasih atas informasi nya

30 10 2012
rizal danang firdaus

terimakasih, sangat membantu

9 10 2012
smile

pak , mungkin bisa di tambah contohnya ….

18 08 2012
indah

syukron katsir pak,,,bermanfaat ^^

18 08 2012
indah

syukron katsir.. ^^

7 08 2012
Rita Anita (@ritaanita423)

pak, kalo bisa ditambahkan nama unsur non logam dan logam, nama latin, nama indonesia, dan lambangnya lengkap. makasih

8 06 2012
nur zamiah harahap

thank ea atas bantuan makalah ini tugas saya sudah selesai

24 05 2012
dino

aduh tidk ngerti pak

24 02 2012
HENDRY

SUSAH BNGET YAHH

21 02 2012
kanah nurhasana

very good 🙂 thanks for everything 😀

19 02 2012
Resty Isnaini

allhamdulilah saya lebih mengerti sekarang. terimah kasih

20 01 2012
Petrus

makasi bangett 🙂

17 01 2012
CANTIK

SUSAH BANGET…..
GUE GK NGERTI KIMIA. BOSEN

17 01 2012
CANTIK

SUSAH BANGET ………
GUE NGGK NGERTI

19 12 2011
Dhiya

makasihhh :’) terbantu banget buat ujian semester. THANKSSSS :’)

7 12 2011
jumiati

thank’s ya,
dgn situs ini bisa mempermudah saya mengrjakan tugas sekolah .
thank y0u very much

15 11 2011
Tauvan Kurniawan

makasih atas informasiny semoga yg membuat mendapat pahala

13 11 2011
trikonz uty

so thank 🙂

6 11 2011
ami tuch agnii

Makasihh.. atas rumus.x di atass..
tuch membuaat akk mudah mengerjakan sesuatu.. soal yg bersangkut’adi ataas…
Makasiiihhh… 🙂

18 10 2011
rima yanti

terimakasihhh,,,, sangat membantu saya untuk menambah bahan ajarrrr

15 06 2011
Budisastro

WAH NANTI anak-anak saya suruh belajar ke sini saja pak

16 06 2011
esdipangganti

dengan senang hati Pak Budi,…saya juga masih dalam tahap perkenalan,….




%d blogger menyukai ini: